Kepada 14 Juli

Pada sajak ini,
suaraku terbata-bata teriring deru nafas yang tertatih-tatih,
inginkan segala rasa tersampai pada setiap kata yang terucap
untuk mengantar jiwamu tertidur
Pada sajak ini,
bertarung menenangkan lautan yang gelisah
menghantam bebatuan karang,memecah segala yang ada
Pada sajak ini
membangunkan waktu pagi,padamu
aku kirim seleret cahaya matahari
yang kucuri dari pucuk-pucuk pohon randu
dan bunga-bunga kapas lepas,terbang
menuju langit luas tak batas
Inilah cintaku,di setiap kelokan waktu
bait-bait sajakku tertulis untukmu

Iklan

SETELAH ITU

inilah kebisuan yang begitu pekat
sedangkan hati kita terus di penuhi
oleh kata-kata api dan gemercik air
yang menjadikannya panas dan dingin
setelah itu kita duduk membelakangi
sibuk menangkap rasa diri yang terbang jauh

Bono,7710

SEHABIS MAKAN MALAM

berapa kalimat dalam hati yang terbaca;lalu
kita menuliskannya pada berlembar-lembar kertas,kini
apa yang hendak ditulis ketika kesadaran terbang melayang
tanda baca yang selalu menyelinap di antara huruf demi huruf
inikah,itukah,apalah,entallah…berputar selalu riuh bergemuruh pada kemauan.
Dan kita selalu saja mengeluh tentang musim yang panas
dan musim dingin yang membuat tulang-tulang kita bergemertak
waktu terus berlari cepat
di bawah rimbun cahaya dua lampu
yang bergelantungan di atas kepala
kita duduk saling berhadapan

bunyi tik tok jam dinding bergema
menyusur jauh ke dalam hati kita masing-masing
kita menghitung berapa jarak kesunyian
sambil memainkan sendok dan garpu
di atas piring yang retak

FIRASAT

Telah hati-hati kucatat sebuah perjalanan menuju huma di atas bukit
Dedaunan terbang melayang di sapu gelombang udara yang memecah
di bawah cahaya matahari aku menanti bersama musim-musim berganti
Mata yang memerah dan tubuh yang bergoyang di padang ilalang

Tiba-tiba semua berguncang
Kaukah itu abigail? Memberi tanda sudah jauh dari titik berpijak
Selintas dua lintas tiga lintas empat lintas
enam lintas tujuh lintas bayang wajahmu menyelinap
di antara celah-celah batang bambu
Mataku sudah tak menangkap jelas bayang
wajahmu yang menarinari di cakrawala
Bola mataku telah terbakar cahaya matahari
luruh ke dalam semak belukar berduri

foto by.Ron Jones