MINAL AIDIN WALFAIDZIN


Foto by: Rarindra Prakarsa

Untuk semua sahabatku,aku mengucapkan:

MINAL AIDIN WALFAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BAHTIN.

SALAMKU,
L A N G I T J I W A

Iklan

Coretan untuk Jane.

Setiap malam di hutan sepinya,
aku selalu menikmati kata-kata yang hadir didalam ruang hatiku.
dan akan terbaca pada langit jiwaku.
Maka akan tercipta sebuah sajak atau sebuah tulisan tentang apa saja.
Kemana hati dan jiwaku ingin melalang buana menembus cakrawala kata.
Aku siap untuk menjelajahinya bersama.
Pada malam ini,kata-kata tak menebarkan wangi hakikatnya yang akan tercium oleh rasa jiwaku.
Malam ini aku terselimuti oleh rasa kegalauan. Kata-kata yang hadir tak bercahaya untuk menyinari pada ruang hatiku.

Kalau aku boleh jujur padamu,Jane.
kau adalah cahaya pada setiap kata-kataku.
Memang terlihat gombal,tak apa.
kalau aku tak buncahkan rasa kerinduanku padamu melalui kata-kata,maka akan membakar hatiku!Membakar rasa kerinduanku padamu.
karena aku tak ingin hakikat kata-kata kerinduanku padamu terbakar habis dan menjadi debu yang tersapu oleh deru nafas angin malam.
Aku ingin kata-kata kerinduan itu utuh bagai bulan purnama penuh,untuk kuberikan padamu!

l a n g i t j i w a

Tiga Mati,Dua Sekarat

Tadi malam ada yang mati.
Tiga anak muda dari dusun Semampir.
Mereka mati sehabis berpesta minuman keras.
Air gila itu dioplos dengan berbagai bahan kimia,termasuk obat-obatan
diantaranya beberapa pil anjing yang mereka sebut dengan pil lexotan.
Sekumpalan anak muda itu mengelar pesta ditengah malam buta.,
Mata merah,hatinya berdarah.
Peredaran darahnya mendidih terbakar oleh panas air alkohol.
Lalu,mereka tertawa terbahak-bahak memecah kesunyian malam.
Bunyi gelas beradu tanda perjamuan telah dimulai. Cling!
Selepas tengah malam,terdengar suara teriakan meminta tolong.
Melolong bagai anjing srigala memburu mata bulan,yang sudah beranjak untuk kembali pulang.
Mengerang deru nafas dari sekumpulan anak-anak muda itu.
Menghadapi maut yang mereka cipta sendiri.
Untuk menghadap Sang Pencipta pada subuh ini.
Nyawa terlepas,seiring dengan suara lantunan azan dari sang pejalan Cinta
Erangan kesakitan tak terdengar sudah,habis ditelan oleh sapuan gelombang suara Azan.
Azan subuh sudah berkumandang.

Pagi ini di dusun Semampir berubah menjadi pagi duka,
Tergeletak tiga mayat anak muda,dua diantaranya sekarat.
Duka yang tercipta,lahir dari 5 botol minuman keras dengan 20 pil lexotan!.

Selamat berbuka puasa.

l a n g i t j i w a

Surat Terakhir dari Bapak

Anakku,
bapak menulis surat ini,bapakmu sedang menjahit sejuta nasib kita.
Nasib yang bapak jahit dengan peluh dan Doa.
karena layar harus tetap mengembang untuk mengarungi lautan pada kehidupan ini.

kepadamu,tole.
kamu sebagai anak tertua dari keempat adik-adikmu,jaga selalu mereka. Lindungi mereka dari dingin udara malam yang masuk dari celah-celah dinding rumah kita yang terbuat dari bilik bambu.
Dan bantu ibumu,untuk menuai benih padi dan jagung diladang dan sawah kita.
sawah dan ladang bukan milik kita,adalah milik Sang Pencipta. Maka pesan bapak padamu,jagalah alam semesta ini,karena Tuhan tidak suka umatnya berbuat kerusakan pada tanah bumiNYa.
walau kita hidup dengan berjuta nasib. Yakinlah semua akan berubah dengan kekuatan Doa dan kerja keras. Lalu,bagaimana kambing-kambing kita? Apa sudah tercukupi makanannya? Biarkan mereka makan dengan sepuas-puasnya,karena rumput hijau terhampar tumbuh dari kekuatan RahmatNya.

Dan,bila malam tiba.Jangan kau lupa untuk memberi selalu obat asma ibumu.
Nanti akan bapak bawa oleh-oleh dari kota,sehabis menjual hasil pertanian kita.
Tak apa untuk sementara kau pakai sepatu itu dulu,yang dimana sudah berlubang diujungnya.
mengejar cita-cita bukan dengan memakai sepatu mahal,le.
tetapi,memakai otak dan semangat belajarmu.
Jadilah kau orang yang selalu bersyukur,memang mudah diucapkan sangat sulit dalam pelaksanaannya,itulah perjuangan ahklak,le.

Le,kau akan mengantikan bapak kelak,menjaga ibu dan adik-adikmu. Serta mengurus sawah dan ladang kita.
Dan jangan pernah kau lewati tengah sunyi malamNya,untuk menghadapkan wajahmu pada wajahNya,
Shalat Tahajudlah selalu.Disana kau akan menemukan mata air cinta yang mengalir dari lembah hakikat dari inti sari mata air CintaNya.

Maaf,le.Surat ini bapak tulis tidak terlalu panjang.
karena mata bapak sudah tak sanggup lagi untuk menulis dibawah cahaya lampu pertromak.
kamukan tahu,sudah waktunya bapak memakai kacamata.
Nantilah bila sudah ada rejeki bapak akan membeli sebuah kacamata untuk mata bapak yang sudah mulai tak tajam pengelihatannya.
Sudah dulu yah,Le.
Jaga Ibu dan adik-adikmu.

Salam Cinta dan kasih,
bapak.

Pak,suratmu sudah tiba seiring dengan jasadmu.
Bocah itu menangis dari balik tubuh Ibunya.

Bapaknya mati tertikam oleh badik dari para bajingan kota,saat mempertahankan segenggam rejeki ditangannya.
Surat beramplop coklat itu belum sempat sang bapak untuk mengirimkanya pada kantor Pos.masih tersimpan didalam saku bajunya.

l a n g i t j i w a

Aku Benci kamu!


foto by: Stefan Beutler

aku membencimu,Joe.
Semakin aku mengingat kau,semakin aku hendak mencabik-cabik dirimu.
Dari sekian laki-laki yang aku kenal,hanya kamu laki-laki yang kurang ajar!
aku benci kamu,Joe!

Ah!
Sampai seperti itukah kau tersakiti oleh laki-laki itu,lia.
ia curi hatimu dan membawa rasa jiwamu oleh laki-laki yang bernama Joe itu.
bukankah mencintai dan dicintai kadang menyakiti juga?
dimana bila rasa cinta sudah tak semanis dulu,waktu pertama kali ia menghujam pada rasa hati kita.
lalu,akhirnya kita menikmati rasanya itu,sampai pada akhirnya kita memutuskan untuk menyatukan rasanya untuk menjadi satu kesatuan.
Yang dimana kelak akan kita sebut Keagungan Cinta.

Omong kosong! omong kosong semua itu! suaramu menghentak dinding jiwaku,li.
sampai begitulah kau memurkai laki-laki itu.
bukankah pada awalnya kau pun suka,lalu pada akhirnya kau jatuh cinta?
setelah itu kenapa dirimu sekarang sumpah serapah tentang cinta kalian?
bukankah untuk menuju keagungan cinta itu,harus melalui jalan terjal dan mendaki,yang dimana setiap langkah perjalanannya adalah sebuah hikmah bagi dirimu dan dirinya.Yang pada kahirnya kalianlah berdua yang akan memahami arti dari keaguangan cinta itu.
memang cinta itu datang dan pergi kita tidak akan pernah tahu. Dan ketika cinta itu pergi dan menghilang hanya rasa yang tertanam dan menjadi bekas pada rasa jiwa kita.yang pada akhirnya,benci,marah,muak,tersakiti,menghujam pada hati kita.
kalau kataku sich,tergantung bagaimana cinta itu meninggalkan kita saja,tergantung situasinya.masa sich?

Memang,untuk membangun keagungan cinta pada dirimu dan dirinya,harus menapaki jalan yang mendaki dan terjal untuk dilalui,ada yang berhasil dan ada pula yang harus kalah dalam mempertahankannya.
Mudah-mudahan dia tidak jatuh kedalam cinta yang lain,lia.
Bila keagungan cinta yang ada pada dirimu terhianati olehnya,maka aku hanya bisa berkata kepadamu,
itulah cinta,indah dengan berjuta makna dan rasa,di satu sisi kadang ia menjelma menjadi tak enak rasanya dan maknanya,

Kalau kau tetap berkeras hati ingin mencabik-cabik laki-laki itu,silakan.

Selamat Malam.

l a n g i t j i w a

Aum!

Masih,
masih aku disini.
Bersama malam sepi.
melalang buana pada hutan waktunya.
yang dimana telah menjadikan aku harimau liar,
yang hendak menerkam sekumpulan kata-kata!
aum!

l a n g i j i w a

Maafkan Aku

Ketika sajadah terhampar pada tanah bumiMu
malu,aku malu
Melihat diri compang camping,terbakar jiwaku oleh dusta
dusta yang menikamku pada sebuah cinta.
MencintaiMu,untuk menuju pada alam JabarutMu

Bersila,melipat kedua kakiku pada bibir malamMU.
Melihat diri pada cahaya sinar rembulan,
terlihat aku pada wajahNya.
Diriku hilang,dan pada akhirnya padam,
oleh kekuatan dosa tercipta.

MencintaiMU,
harus mengali rasa pada jiwaku.
Agar mata air Cinta tercurah dari laku mujahadah.

Membanting jasad
Mefakirkan ingsun
karena aku tahu diri,
Aku ini hanya jonggosMU Ya TUhanku.
belum,
belum,aku menjadi hambaMU.apalagi menjadi abdimU
karena diantara jiwa dan hati masih ada dusta

Dusta pada jiwaku
Dutsa pada hatiku
Dan juga dusta pada Cintaku.

Setelah itu aku pun bertobat padaMU
menghadapkan wajahku pada wajahMU

Bersiap aku untuk menunaikan shalat isya
Dengan penuh tata krama aku berdiri dihamparan sejadah bergambar kabah.
Tak berapa lama selesai sudah kewajiban untuk malam ini
tak lupa sebelum kuberanjak,
aku berdzikir kepadaMU
samar-samar terdengar suara si’upik menangis
minta buah alpukat kesukaannya.
Tak khusyu hati ini dibuatnya
semakin lama aku mempercepat gerakan dzikirku
semakin cepat pula gambaran alpukat mengejar pada hati dan ingatanku
tanpa kusadari terucap dari bibir ini;
alpukat..
alpukat..
alpukat..
hilang rasa kesadaran diri ini
hanya tertuju pada buah alpukat.
Barokah malam ini luput sudah.
Gara-gara buah alpukat sialan itu!

Malam ini aku mendusta lagi padaMU,Yaa TUhanku.

Tuhan,maafkan aku.
yang selalu membuat Engkau tersenyum.
karena aku sadar,Yaa TUhanku
karena tiada yang lain,selain Engkau yang membimbingku
Karena Engkau meliputi diriku.dimana pun aku berada.
Dengan CintaMU!

Selamat malam.

l a n g i t j i w a