Ah!

Patah batang mawar di kesunyian malam
Jatuh mengapung di permukaan air memecahkan bayang bulan
membawa Kesadaran terbang melayang
bersama katakata yang terlontar ke atas langit
dan jatuh menghantam dada,bergetar!
Tatap matamu yang remang,luruh
di timbun cinta yang terbakar di dalam asbak yang retak.
Ah!

Iklan

ABIGAIL

Entah mengapa ingin aku tulis tentangmu,
segala yang ada di dalam dada begitu saja ingin aku buncahkan
bersama segala rasa yang berapi-api.
Tentu,aku ingin menulis tentangmu,Abigail.

Abigail,
Dalam malam yang sunyi
Dan bulan sendiri di atas sana
Dan aku yang duduk di tepi jendela yang mengangga lebar
Aku sketsa wajahmu bersama doa-doa cinta
Dalam deru nafas,sengal menahan gejolak rasa
Aku melihat dirimu berkecipak didalam air yang jernih
Aku melihat dirimu merenangi setiap sudut telaga cinta

Aku selalu menunggumu
menunggu kedatanganmu,Abigail
Musim – musim berganti
dan pada musim semi yang merekah
dipagi yang mengigilkan semesta
Aku melihat kau hadir
Datang dari balik ujung semesta raya
Dengan jubah kebesaranmu
Aku melihat dirimu,
Aku menatap matamu
Aku menatap mataku sendiri pada matamu
Matamu serupa dengan mataku!

Kau menangis dan mengetarkan jiwa seorang wanita
Wanita yang berambut emas
Yang selalu menunggumu duduk di taman bunga
Rebahkan dirimu dalam pangkuannya
Karena wanita yang ada di sampingku
telah merindukan kau datang dengan seribu bulan
Tidurlah..tidur…Abigail.
ninabobokan gelisah rasa dalam pangkuannya
Ketika esok kau terbangun
Kau harus sudah melompat jauh…

MENIKAM RASA

Tatap matamu yang kabut
kaku memandang rerumputan.
Dan jatuh butir-butir air hujan mengetarkan kepala
beberapa helai rambutmu terlepas di senja kala
bersama katakata yang patah dihembus lekas angin
menyeruak dari celahcelah pohon pinus,padanya
mengantarkan bahasa yang paling rahasia dari luka rasa
mengoyak kesadaran
meledakan keakuan

senja yang sakit
beribu anak panah melesat
memburu jiwa yang terbang
meninggalkan sangkar jati pada kesunyian malam

tatap matamu yang kabut
menatap jiwa yang terkulai dibulan purna bersama
sebatang anak panah yang patah
anak panah yang luka
anak panah yang terlepas dari tanganmu