Bersama Senyuman Cintamu,Kau Pergi Untuk Selamanya

Kematian,
adalah sebuah jalan menuju pada pintu Sang Cinta,ndis.
setelah nafas tak ada hanya jasad tubuh kita yang mendiami pada tanah bumiNya.
setelah itu jasad kita berdiam pada sebuah kesunyian pada lorong-lorong waktuNya.
dimana Ruh telah melesat dengan cepat menuju pada alam jabarutNya.

Dan Ruh memandang tubuh kita yang telah berdiam pada tanah merah,yang dimana tertulis pada batu nisan kita dengan nama,tanggal lahir dan tanggal kematian kita.
lambat laun daging pada tubuh kita akan hancur bersama waktu yang terus berjalan,hari demi hari,bulan demi bulan,tahun demi tahun.

kematian kadang ia datang tanpa kita mengetahui sebelumnya,ndis.
ia bagai pencuri di waktu malam,ia datang tanpa ada suara tanpa khabar berita,
hanya rasa pada jiwa dan hati yang dapat menangkap getaran-getarannya dan tanda-tanda kematian itu akan datang menjemput Ruh kita.

Dan,bila ia datang biarkanlah Ruh melepas dengan suka cita,jangan ada rasa kesedihan pada jiwa dan hatimu,ndis.
karena bila rasa sedih itu meliputi pada Ruh ,maka kita akan mendiami pada alam kesedihan yang tak ada batas waktunya.

Masih kau genggam dengan erat sekali kedua tanganku
wajahmu pucat dan memutih,hanya sebuah senyum yang kau pancarkan dari dalam jiwamu
yang menerangi pada ruang hatiku,ndis.

Aku akan selalu mendoakanmu bersama malam-malamku pada keheningan jiwaku,
yang telah menjadikan sebuah cerita indah pada akhir perjalanan hidupmu.

Lalu,kau berbisik padaku.
” Waktunya telah tiba,Sang malaikat telah datang bersama cahayaNya,tepat ia berdiri pada sisi samping ranjang tidurku
ia telah mengulurkan tangannya.”

Sesaat,semua hening.
Tak ada desir angin,hanya suara nafasmu,nafasku,detak jantung kita bersama dan detak pada jam dinding yang tergantung tepat di bawah ranjangmu,ndis.

Aku ikhlas,melepas kau untuk pergi selama-lamanya dari dekapan cintaku.
Setelah itu dengan perlahan-lahan kau tutup matamu,
deru nafasmu lambat laun melemah.
Dan,tepat di titik malam ini kau tinggalkan aku pada sepi bangsal rumah sakit Saint Carolus ini.
Senyummu itu, yah senyummu telah menghiasi pada malam ini dengan berjuta bintang dan bulan melepas kau pergi bersama sebuah senyuman cinta yang telah menyinari pada ruang jiwaku.
Dimana pada malam ini bersama kesedihanku kau telah menuju pada Sang Cinta.

Malam ini,aku melihatmu tersenyum pada bulan di atas sana,ndis.

l a n g i t j i w a

Geger Piring Terbang Di Juanda

Sidoarjo,Memo.

Sebuah benda aneh terlihat melayang-layang di atas Sedati Juanda,Sidoarjo.Jumat( 25/7) sekitar pukul 18.30. Benda ini di yakini sebagai UFO alias Unidentified Fying Object atau di kenal juga piring terbang.
Benda aneh bercahaya di sekitar Bandara Juanda itu terlihat mengeluarkan kerlap-kerlip lampu berwarna hijau,merah kuning,dan biru. Benda itu terlihat jelas dari perumahan Permata Juanda. Malah salah satu warga sempat mengabadikan benda aneh tersebut dengan kameranya.
Adalah Rizqinofa Putra.M.(25),yang tidak heran jika kesaksiannya mengenai benda aneh yang terlihat di atas Bandara Juanda Sidoarjo itu bakal berujung pro dan kontra. Namun apa yang diungkapkan melalui rekaman videonya bukan rekayasa.

Diterangkan,sebenarnya kejadian tersebut dilihat pada kamis malam(24/7),tanpa di sengaja. Yang pertama mengetahuinya adalah istrinya ketika sedang di belakang rumahnya yang hanya berjarak 2 kilometer dari Bandara Juanda.
Lulusan salah satu perguruan tinggi di Bandung ini secara spontan mengambil kamera saku Finepix. Untuk mengabadikannya.

Namun,pria yang belum memiliki momongan ini membantah jika apa yang dilihatnya itu adalah pesawat ataupun Helikopter. Sebab dia mengaku bisa membedakan karena tiap hari di atas rumahnya selalu dilintasi pesawat yang akan mendarat di Bandara.

Sayangnya saksi enggan diambil gambarnya dan diganti,mengirimkan video rekaman dan foto tempatnya mengambil gambar benda miterius itu. ” Yang pasti itu benda memnag aneh. Geraknya cepat dan berwarna warni. Jadi tidak mungkin itu pesawat atau helikopter. Apalagi menhilang begitu saja.” kata Rizqy.

Ternyata,selain Rizqy,ada saksi lain yang melihat benda serupa di temapt lain. Sejumlah saksi meliaht benda dengan bercahaya kuning,biruy dan merah berkedip=kedip dengan lokasi acak dan waktunya cepat. Diantaranya,diatas Gedung Jatim Expo.Jl Ahmad Yani Surabaya dengan berbentuk seperti komet berkepala putih terang dan ekornya panjang berwarna bias biru dan merah.

Ini dikatakan oleh Crhistian Haris,redaktur di Tabliod Nyata ( Jawa Pos Group ) yang melihat bola berwarna bergerak cepat,Kamis (24/7) malam. Saat itu dia sedang santai bersama Ydi,seorang redaktur Radar Surabaya di lantai II,Graha Pena,saat melihat jendela,saat itulah benda bercahaya melintas cepat,Jl Ahmad Yani,Surabaya.

” Saya juga lihat kemarin sekitar pukul 18.30 WIB.” terangnya dalam email yang dikirim,Jumat ( 25/7)
Yang dilihat Ari,bentuknya seperti bintang jatuh tetapi berukuran lebih besa dan jelas.” Kepalanya berwarna putih terang. Ekornya panjang berwarna bias biru dan merah. Benda ini bergerak cepat sekali dari arah selatan ke utara melintas di atas Gedung Jatim Expo.”terangnya.

Sedangkan di Lamongan,kesaksian serupa juga dikatakan M Choiron,warga Jl. Sunan Drajat Gg Malabar & menyatakan benda seperti bola itu berwarna hijau kemerah-merahan dan ada kuningnya. Semua kejadian itu terjadi kamis malam. ( 24/7).(dtc)

catatan:

lokasi adanya sebuah benda asing itu tak jauh dari tempat tinggal langitjiwa( sedati-agung ) yang hanya berjarak 1 kilo.Percayakah adanya benda asing yang di sebut UFO itu? sampai detik ini pun langitjiwa masih betanya-tanya,adakah itu semua?
apa para sahabat blogger punya pengalaman serupa?

salamku

Jane,

Satu tembang lagu cinta telah kau nyanyikan bersama rasa hatimu,
dimana nada-nadanya tercipta dari ruang jiwamu.
lalu bersama jari-jarimu kau petik gitar kerinduan.
dan kata-katanya memancarkan cahaya cinta
yang menyinari pada ruang hatiku,jane.

l a n g i t j i w a

Rumah kontrakan

Bersama kita membangun cita-cita pada rumah kontrakan ini,
sebelum menempati rumah milik kita sendiri.

Saat malam tiba,kau menyelimuti tubuh kecilku ini dengan selimut berwarna coklat pemberian dari mak’mu itu. untuk menahan hawa dingin pada musim kemarau di bulan juli ini.
Sambil kudekap tubuhmu,mata kita saling beradu pandang
pada wajahmu terlihat ilalang bulu matamu
menari-nari tersapu oleh sapuan kipas yang terbuat dari anyaman bambu.
Sabar,dengan kita menabung hari demi hari
Aku akan membuatkan rumah untukmu,
dimana nanti anak-anak kita bermain pada halamannya yang telah kau tanami dengan berjuta bunga matahari

Kau tersenyum.
Muach!

l a n g i t j w a

Menangislah..

lantunan ayat-ayat suci itu telah meluluh lantakan jiwa dan hatimu
Dengan suara jiwanya seorang pejalan cinta telah membuat kau tersungkur,terjatuh,dan kau berusaha untuk menahan batu-batu dosamu.
Kau jatuh bersama gelombang suara jiwa sang pejalan cinta yang ia kumandangkan
pada malam bertabur cahaya Cinta.

kau tersungkur mencoba untuk menahan tubuhmu itu pada kedua lututmu
pada akhirnya kau terjatuh,terjatuh bersimpuh pada tanah bumi.
Ketika lantunan ayat-ayat suci membahanakan AllahuAkbar
Terbakar,terbakar! habis kotoran jiwa dan Qalbmu.

Menangis! kau menangis!?

Menangislah,kau!
Bersama malam pada kesunyian jiwamu
Biarkan airmatamu mengalir bersama doa-doa tobatmu.

Dan biarkan sang pejalan cinta kembali mengembara pada samudera hakikat kehidupan
dimana ia akan berdiam diri bersama cahaya CintaNya.

Dan bawalah dalam dekapan rasa jiwamu
lantunan ayat-ayat suciNya
Dimana sang pejalan cinta telah melantunkannya pada malam ini.

rasakan,merasai,merasakan,
pada jiwa dan qalbmu.
sampai ayat-ayat suciNya menghujam pada keakuanmu
bahwa kau adalah sang pendosa.
yang kembali untuk pulang menuju cahaya cintaNya!

l a n g i t j i w a

Cahaya Sajakmu

Di bibir malam,kau menyalakan satu batang lilin kerinduan
yang kau bakar dari api kata-kata sajak Cintamu
Dengan kata-kata sajak cinta darimu telah menjadikan bintang-bintang di angkasa luas dan bulan purnama
merah membara,dan terbakar.
yang menjadikannya percikan bunga api kata-kata!

Pada malam di hutan waktu
yang telah menjadikan
kata-kata sajakmu telah terbit dari cahaya jiwamu,
dan terbaca pada matahatiku.
Dan,menerangi pada ruang hatiku,selamanya!

l a n g i t j i w a