MELUKIS

Baca lebih lanjut

Iklan

KEPADA KAU,AKU MENULIS

Begitu tabah kau menjahit seribu nasib

seribu luka dalam genggam,

yang setiap hari kau tampung butirbutir airmata

dan membasuhnya pada esok pagi sebelum semua terbangun

di cubit cahaya matahari,

ajari aku mencintaimu dengan sederhana

dan berjalan di atas cahaya matamu

( Bono village. 01.41 pada malam )

MENGARUNGLAH

kepada laut melepas keakuan
sepasang anak manusia telah menjadi adam dan hawa
berlayar dari bandar ke bandar
dari musim ke musim menampung mimpi

kini,kau telah menemukan cinta
di bawah sumpah atas nama Tuhan
untuk sebuah mimpi yang lekas
pada rumah yang akan selalu tabah untuk kehidupan

sepasang mata yang hadir dalam jendela
meleleh di antara kabut pada huma di atas bukit
dalam diam aku merindukan sepasang matamu,
mata yang berbicara pada semesta diri

mengarunglah…
akan kau temukan berjuta kisah dari bandar ke bandar
hingga kau beranak pinak dari musim ke musim
di antara mega ke mega kau akan selalu bercerita
tentang cinta,kasih,sayang pada kehidupan
sambil kau menimang-nimang seribu nasib mendekap buah cinta yang tulus

terbanglah…..
kepak sayap adalah ruh untuk mencapai ketinggian
setelah itu rebahlah dalam dekap tuhan
karena hidup tidak bisa untuk kita hidup seribu tahun

menangislah…
karena airmata adalah ketulusan rasa
yang mengendap dalam dada
hingga terbelah tujuh oleh tangan kekasih,
Dalam sumpah atas nama tuhan ia meminangmu

( kepada kau,juli )

“You make me feel brand new.” (SIMPLY RED )

I’ll never find the words, my love
To tell you how I feel, my love
Mere words could not explain
Precious love
You held my life within your hands
Created everything I am
Taught me how to live again….

( terima kasih kepada kau untuk membuat aku hidup kembali,dan utk sebuah kenang pada sebuah ruang 308,saya akan simpan baik-baik segala ketulusan kamu kepada saya )

MENCINTAIMU

ketika purnama hadir di atas kepala
aku menemukan dunia dalam cahaya matamu
cahaya yang terjebak dari rasa sakit masa lalu.luruh
berterbangan di atas udara yang berkabut
mengembara pada setiap musim berganti,jatuh

dalam gigil yang sangat menahan debar detak jantung
yang semakin bertalu-talu memantul dari hati ke hati,telah
menjadi kata di ujung lidah
membakar bibirku untuk mengucap:
” dalam rupa di cahaya matamu,aku mencintaimu.”

Ziarah Ayah

Saat ini aku berlutut di pinggir makammu
Mengangkat kepala ke atas langit aku melihat ada senyum Tuhan
di antara beribu kepak sayap-sayap malaikat menyentuh bulu mataku.

Bantu aku untuk berdiri jgn tinggalkan aku begitu dingin
karena aku sudah tidak bisa untuk mengatakan,
bagaimana sakit meninggalkan kau di sini terkubur di dalam batu

KEPADA (CINTA) KAU DAN KAU

Kepada siapa airmata di jatuhkan

ketika dua cinta bertabrakan

Pada kau yang serupa Abigail

Atau kau yang terkukung sepi

Serupa mata yang berkabut diantara rinai hujan

melelehkan segala kenang di kening

 

Di antara keakuan yang terhempas di antara dua buah payudara

Telah menjadi seekor ikan berkecipak sepanjang waktu

Bersama kegelisahan,

Di antara deru nafas yang tertatih-tatih

Aku mencoba untuk menjadi.

Kun !

 

Bono,04-02-11 ( 23.05 wib )

( Photo By Mircea Pleteriu )