Tak Ada Puisi.

Aku terbunuh sepi!
Walau kata terus mengodaku,
Tak ada puisi tercipta untuk malam ini.

:
Maaf bagi sahabat blogger belum sempat aku membalas komen-komen kalian,karena sudah beberapa hari ini jaringan disini agak rewel.

Iklan

Berbagi Kata

Saya dan goenoengberbagi kata untuk dijadikan sebuah Puisi,silakan untuk membauinya:

lj:Sepi menghujam,
Malam sekarat!
G:Mengerat hati yang berkarat
Diselubung hujan yang merajam
Adakah malam ini bidadari merindukanku ?
Mengajak bercumbu di bilik mimpi
Enyahkan penat yang ingin kupegat !

lj: Kita mengigil melihat bidadari malam tak Berbaju,menari-nari pada mimpi kita.
Berlomba kita saling bercumbu
Untuk melepas birahi kata.

Bidadari malam tak berbaju,tertawa
terkikik…
Melihat penat kita tak jadi pegat.

G: Maka, enyahlah bidadari
Malam sudah begitu sekarat
Malah kau tambah dengan impian bejat.
:
Aku hanya ingin menikmati sungging senyummu
itupun tak lebih…

Malam semakin larut
Sepi semakin menikam
Tersekat-sekat di relung waktu
Ah, kini aku menggigil didera rindu
Bercumbu kata berpagut makna

Bidadari…
Lewatkan malam denganku
Dalam mimpi, hanya dengan senyummu
Hanya itu….

lj: “Oh..! Hanya itu saja,Penyairku.Tak ada yang lain!? Ucap Bidadari acuh tak acuh.Sambil membetulkan ikat rambutnya.

lj: langitjiwa
G: goenoneng

Ingsun

Kalau kau berlari meninggalkan sangkarmu
Aku Jiwa tak bertuan.
Hilang pada jalan tak berpetunjuk menuju Jabarut Sang.
Tetaplah kau disini,dalam sangkarmu.
Bawa Jiwaku menembus titian makna dan hakiki.

Dan biarkan Ingsun,
Menari.
Menari,
Bersama Lafadz Sang.
Lebur.

*Beranda Surau.Feb.2008*

Cinta Putih.

1492056-lg
Hanya sebuah puisi yang kuselipkan di jendela kamarmu ini.
Saat kau membacanya nanti,aku sudah pergi jauh meninggalkan kampung halaman.Untuk mengejar cita-cita di tanah rantau.
Bila kau rindu padaku,
Bacalah kembali kata puisiku.
Rasakanlah,
Resapilah.
Sampai bergetar dinding rasa hatimu.

Bersama jejak langkahku,
aku dapat merasakan getaran itu.
Walaupun aku berada pada ujung dunia ini!

langitjiwa.

Selamat Natal.

Pada ruang kamar yang tak terlalu luas,puisi ini lahir bersama malam yang semakin merambat menuju titik kesunyiannya.
Jendela kamar masih terbuka,Maka kupersembahkan puisi ini sebagai Hadiah Natal bagi sahabat-sahabat Blogger yang merayakannya.
” Selamat Natal dan Tahun Baru.”
Salam sejahtera,
Langitjiwa.

************************************************

y1pr5xx2-r2umo2lck3pyr7enefoiyqycaykqke55zfo2y9gvj6jcvk0yz4p2g5gw2cqz16__h38wy

*Misa Pertama.*

Atas Nama Bapa.
Dan,Putra.
Dan,Ruh Kudus.

Bapa,
Yang ada Di Surga,Di Muliakanlah NamaMu.
Ini Jiwa dan Hati kami datang di Malam KudusMu.
Untuk mencium wangi Tubuh AnakMu dalam peluk Cinta Kasih Maria.

Bersama suka cita pada jiwa kami,sambutlah;
Lagu Pujian Raya,
Kudus NamaMU
Kudus Pada MalamMu
Kudus Bersama Bapa.

Amin.

langitjiwa.

maria-jesus-sinai

jesus01simondewey

jesus_nativity_large

birth-of-jesus-1
( Dan untuk Ibu,selamat Natal,bu.
Walau kita berbeda dalam hal ini(agama)Kita masih tetap bersama dalam cinta dan Kasih.
Dan,matur suwun sangat kepada Ibu,yang sudah jauh-jauh datang mengunjungi kami pada Hari Raya Lebaran kemarin.)

langitjiwa.