PELUKKAN CINTA

inilah api rasa yang berkobar-kobar
membakar padang ilalang dalam semesta diri
pergumulan keakuan dalam perang yang maha dahsyat
beribu anak panah melesat melintas cakrawala
derap kaki kuda-kuda hitam,membawa kesatria pada peperangan
merobek senja yang jingga serupa warna kulit dirimu yang terpanggang cahaya matahari.

inilah aku sang cinta
banyak aroma wangi bunga
dan juga bau anyir darah padaku
Aku datang merampas paksa
dan aku datang dengan kelembutan
ketika kau terjaga atau kau dalam melayang kesadaran
hingga kau membaui aroma wangi bunga yang berterbangan
atau bau amis darah yang mengalir dari celah hati yang terkoyak-koyak ketika terjatuh dari keagungan cinta.

kau hanya mendesah serupa desah ular pada dinding telinga hawa yang membuatnya mengelinjang dan terkulai dalam belitan yang lembut dan diam-diam membunuhnya.

Dan aku adalah rahasia yang hanya dapat kau rasa.
Merasa,merasai dan merasakan.
Dan pada akhirnya kau akan mati,mati dalam pelukkanku
karena aku adalah Sang cinta.Yang memelukmu

Bono. 28062010

Iklan

TERBANG

malam semakin merunduk
masih ada tersisa ruang di dalamnya
dan kau terus saja mengoceh tentang bulan yang sendiri di atas langit
dan bintang-bintang yang bersinar redup
jejemarimu mengenggam sebatang konte
menarik garis hingga tak berujung
serupa guratan-guratan pada kelopak mata
kelopak yang tergantung letih

pada saat ini aku akan menyentuh bulu-bulu matamu
agar bermekaran bunga-bunga di dalamnya dan jiwamu hidup
karena bila tiba pada waktunya
jiwamu akan menjadi lebih hidup dan bulu matamu mekar merekah
dan yang pasti itu bukan sentuhan dari jejemariku pada bulu-bulu mata dan jiwamu

Bono Village,13juni10

JUMPAKAU

inilah lukisan yang hidup
Sketsa hitam putih di bola mata
berwarna dalam lembaran hati
terwujud di hadapanku
Dalam peluk erat,dan
terbingkai dalam senja yang maha lembut
di bawah langit kotamu

SONETA LXVI ( Pablo Neruda )

Aku tidak mencintai mu kecuali karena aku mencintai mu.
Aku pergi dari mencintai mu menjadi tidak mencintai mu,

dari menunggu menjadi tidak menunggu diri mu.
Hati ku berjalan dari dingin menjadi berapi.
Aku mencintai mu hanya karena kamu lah yang aku cinta;
Aku membenci mu tanpa henti, dan membenci bertekuk kepada mu, dan besarnya cinta ku yang berubah untuk mu adalah bila aku tidak mencintai mu, tetapi mencintai mu dengan buta.
Mungkin cahaya bulan januari akan memamah hati ku dengan sinar kejamnya,

mencuri kunci ku pada ketenangan sejati.
Dalam bagian cerita ini hanya aku lah yang mati, hanya satu-satunya, dan aku akan mati karena cinta, karena aku mencintai mu, karena aku mencintai mu, cinta ku dalam api dan dalam darah.