PUKUL SATU DINI HARI

gendang sepi pecah
di campak murka
jarum jam menusuk mata
bola mata meledak!
serpihannya menancap jiwa
jiwa berlari tertatihtatih menuju barat
merangkak menjilat timur

jaringjaring terkoyak
kesadaran terbang
melalang pada semesta raya
seperti dedaunan terbang melayang tanpa tenaga

kita tinggal tubuh kosong tak bertuan
si penjilat yang lupa untuk kembali pulang
sampai pada akhirnya merayap menuju pintu Tuhan
bukalah!
bukalah!

Ciuh..!!!

segumpal dahak iblis meleleh pada wajah kusam
menjadi segurat kalimat: compang camping jiwa rasakan!teriak iblis suka cita
ja…ja…ja…jaaaaaa….