DEAD FLOWER

dari celah dedaunan

aku melihat bulan menangis

dan udara malam ini mengangkat

jiwa yang kusam dan tubuh yang kasar

setelah itu membakar semesta diri

luruh menjadi debu yang berterbangan

seperti dedaunan melayang tanpa tenaga

terkulai di dalam mimpi yang retak

l a n g i t j i w a,Dusun Bono 2010

Puh..!

Perjalanan tinggal menunggu waktu membawa segala yang ada
ketika semua menjadi baru pada diri,
dan juga segala cerita dalam catatan jiwa
catatlah dengan hati-hati setiap langkah bersama deru nafas
yang tertatih-tatih setelah itu melompatlah jauh.
” Sampai kapan perjalanan ini berakhir.” ucapmu
” Tak ada akhir,tak ada batas,perjalanan ini tak hingga,tak berujung.”
Dan sampai kapan kita akan terus merajut nasib?
merajut nasib hingga kau mati dalam Cinta.

Bukankah perjalanan sayang dan cinta itu menuju tujuan yang pasti,
dimana kelak akan kita diami dan bersemayam di dalam sana?
kadang kita membacanya seperti membaca peta buta untuk menujunya.
kalau begitu ajari aku untuk membacanya dengan
baik dan benar pada setiap kelok jalan
untuk menujunya.Dimana suatu tempat yang
kau ceritakan begitu indah.indah ?
Sungguhkah itu ?
Kau tahu untuk mewujudkannya harus membanting segala rasa,
menampung airmata,menampar kemauan agar berlari secepat kuda hitam
melintas gurun,menuruni lebah,terbang dari mega ke mega

Kalau begitu tiuplah aku menjadi kuda hitam itu

lembah bono,09/09/2010
l a n g i t j i w a

sajak satu

sejejak apa ketika semua begitu dalam
dan kita selalu bercerita tentang awan gemawan
yang beriring menuju barat bumi
jauh di lembah arjuna gemercik air yang jatuh diatas bebatuan
akan kemana segala semua cerita
ketika semua di paksa untuk diam
dan kita selalu saja menatap senja merekah di ujung bola mata
cahayanya serupa musim-musim berbunga membawa
keberadaanmu yang semakin jauh ditelan gelombang rasa,bergolak diatas bara api cinta.