9 FIKSI MINI

1/ Kamera

Kamera usang itu telah menjadi barang antik di almari Tuhan.
Karena ia memotret dan mengabadikan wajah-wajah mahluknya.

2/ Tajamnya Matamu

Mata laki-laki itu kini seperti mata pisau
menyayat mata wanita yang duduk di hadapanya dengan suka cita

3/ Putus Cinta

Berapa banyak airmata,
untuk menangisi perginya cinta.

4/ Mabuk Aroma WC

” Lama sekali orang ini di dalam kamar mandi.”gerutu laki-laki bertubuh gempal.
Tak berapa lama,pintu kamar mandi terbuka. Terlihat sepasang mata memerah darah,tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak memecah sunyi malam,bau mulutnya menebarkan bau spitenk.

5/ Kebun Binatang Surabaya

Bapak dua anak itu tersesat di rimba hutan kota
bersama sekumpulan monyet,gajah,ular,unta
burung beo,buaya.
kini,ia bergelantungan dari dahan ke dahan mencari istri dan dua anaknya

6/ Pemulung kecil

Pemulung kecil lelap tertidur pada emperan di pusat kota.
Hingar Bingar malam tahun baru dengan antraksi kembang api dan bunyi terompet yang hiruk pikuk,dianggapnya sepi!
Pemulung kecil asyik dengan dengkuranya.
Disana kurasakan ada bunyi ketulusan,walau hanya suara dengkurnya.
Suara dengkurnya menjadi bunyi yamg paling indah,mengisi malam tahun baruku.
Selamat Tahun Baru,Pemulung Kecilku.

7/ Tubuh

Permisi,Bulan.ucap laki-laki itu
Dibawah rindang cahayamu,aku ingin telanjang.
Agar setiap lekuk tubuhku tersinari oleh cahayamu,bulan.
Tubuh ini usang yang berdiam pada sisa usia,tubuh ini sering berderit karena tulang-tulang sudah terlalu lelah menopang berat badan.
Tubuh ini adalah tempat tinggal sesaat.
Tubuhku rapuh,tubuhku berderak,tubuhku bangkai,tubuhku hancur.
Jiwaku melayang.
Selamat tinggal tubuhku.
Hei! tubuh siapa ini yang tertinggal ! teriak bulan memecah sunyi malam

8/ Mabuk Ganja

Matanya merah,tatapannya kosong.
Jiwanya mengigil,
Terbawa asap setan!

9/ Cemburu Kata

Temani ibumu,nak. Bila hendak ke ruang kerja ayah.
Karena ibu tak mau berlama-lama didalamnya.
karena apa? Ibumu cemburu dengan kata yang telah mengoda ayah,jatuh dalam peluknya.Oh……..

INGIN MENULIS FIKSI MINI

mengapa saya ingin menulis Fiksi Mini?
saya terpacu dengan fiksi Mininya Agus Noor
kata ini yang membaut saya terpacu : .” Fiksi mikro, yang sangat-sangat pendek, karena itu tiada lain adalah upaya pengembangan dari khasanah sastra yang sudah panjang di dunia. Inilah era, dimana para pengarang ditantang untuk menyuling dirinya.”

walau pun saya bukan lulusan sastra
tidak ada salahnya saya untuk belajar

Selamat Menikmati.

( FIKSI MINI) Doa Seorang Wanita Malam

hari ini gadis kecil itu berulang tahun
ia menuliskan sebuah permintaan pada secarik kertas berwarna putih.
Setelah selesai ia menulis,ia masukan kedalam keranjang terbuat dari anyaman bambu.
lalu,di letakannya di depan pintu. pintu menatap haru

Gadis kecil itu berharap,pada malam nanti,
malaikat datang dan memberikan hadiah untuknya.

Lalu,gadis kecil itu mulai berdoa untuk Bapa Yang ada di Surga.
Doa Bapa Kami lirih terdengar dari bibir kecilnya,
Setelah itu ia lanjutkan dengan Salam Maria.
Lama,sekali ia berdoa.
Setelah selesai ia berdoa,
Gadis kecil itu beranjak menuju ranjang tidur,
ia rebahkan tubuhnya,matanya kini terkatup
kini ia tertidur memeluk malam

Dari balik pintu,seorang wanita tersenyum haru
lelehan airmata jatuh membasahi lantai
lantai mengigil melihat airmata kini seperti air bah

Lalu,dengan perlahan pintu di tutupnya rapat-rapat.
Melangkah menuju ruang tamu.
satu batang Lilin dinyalakan,wanita itu berdoa;

“Tuhan,bila kau memberi rejeki pada hari ini,saya berjanji,Akan membelikan sebuah boneka Panda untuknya.
Maka,berkatilah pekerjaanku ini.”

oh…….

l a n g i t j i w a.

Pesan Singkat,Yang Membuat Jiwaku Bergetar!

mungkin tanah yang kupijak ini sudah terlalu lelah
menahan berat tubuhku
pada setiap jejak kaki tercipta pada hamparan tanah ini
tanah seperti mengaduh dan merintih

diam-diam,tanah mengirimkan pesan singkat kepadaku:
“jangan injak aku dengan angkuh! bila waktunya sudah tiba,akan kupeluk kau erat-erat.”

Sms Tengah Malam

dering telepon genggam laki-laki itu memecah sunyi malam
dengan mata yang terkatup berkembang
membaca pesan singkat
yang terbaca hanya tanda tanya
ada kata yang tak sempat tertulis

tanda tanya itu kini menjadi misteri baginya
ada apa ini,mengapa tengah malam si pengirim pesan hanya meninggalkan jejak sebuah tanda tanya

tanda tanya itu kini terbawa dalam tidur
akhirnya ia pun menginggau sepanjang malam memanggil-manggil nama wanita selingkuhannya

istrinya terbangun dengan mimik wajah yang terheran-heran
” suamiku,kau memanggil -manggil nama siapa”!?

melihat suaminya terus memanggil wanita selingkuhannya
di cari telepon genggamnya
” hari ini aku belum melihat pesan-pesan masuk dan panggilan telepon yang tak terjawab dan terjawab.”ucapnya geram.

di bawah bantal,telepon genggam pipih bergetar ketakutan

TAFAKUR

aku pengemis,berkelana menjelajahi barat dan timur bumi
mencari tujuh telaga Cinta,tujuh mataair kehidupan
di sana aku ingin membasuh jiwa pancainderaku
yang sudah semakin berkarat

kemana lagi hendak berkelana
bila tujuh telaga cinta
tujuh matair kehidupan
tak jauh dari tempatku berdiri?

di ujung sepi malam
aku menjerit dan menangis melihat wajahku
serupa: babi!

langitjiwa

SUNAN KATA

kepada: Hasan Aspahani

Perahu kata telah aku siapkan
Untuk mengarungi lautan malam
Berlayar menuju pulau sejuta rasa
Di sana aku akan mabuk sepuas-puasnya

Perjalanan telah menempuh mil demi mil
di ujung langit malam,mata bulan purna menyinari perahu kata dan tubuhku

Menghantarkan aku pada negeri sejuta puisi
Di sana,aku bermain pada taman puisi
Kuciumi kata demi kata
Kudekap erat-erat.
Kubawa ia menuju telaga cinta
Di sana aku ingin membacanya
dengan rasa kumemaknainya
lebur……!

Jendela Maya

jendela ini mungkin ingin abadi
untuk selalu terbuka lebar
pada setiap waktu yang semakin berputar cepat

kini,sudah saatnya jendela ini kututup segera
tak harus untuk selalu terbuka

karena ada sejuta mata
mengintip dari balik remang cahaya bulan purna
mungkin,salah satu dari mata itu
ingin merampok sepasang matamu dan mataku!

TELEPON TENGAH MALAM


kamu tahu!
ada rindu dan dendam
menjadi api,membakar rasa

hatiku terbakar habis
menjadi debu bagi tawamu
tangisku serupa: rincik hujan
membasahi ladang katamu

aku ingin bertanya padamu:
“aku korban yang keberapa dari kata-kata sajak cintamu itu!”

Dasar penyair!

o

Tak Ada Sajak Hari ini

Malam ini dan untuk esok.kau tak akan membaca sajak-sajakku lagi
sajak-sajak yang sudah tertulis disini adalah: ‘SAMPAH’
yang harus di daur ulang. agar kelak menjadi sajak yang benar-benar sajak.
Dan,biarkan beribu huruf dan kata telah tergores biarkan abadi disini.

perjalanan menuju puncak kata masih jauh
mengakrabi kata,berkasih-kasih dengan kata masih penuh dengan dusta.
sekalipun kata mengangkang tepat didepan matahatiku
aku harus lebih bersabar untuk menyetubuhinya

sudah saatnya aku harus’uzlah’ meninggalkan sajak sejenak
untuk berdiam diri pada ‘gua kata’ disana biarkan seorang Sufi Puisi menempa diriku,berapa lama? waktu yang akan menjawabnya

l a n g i t j i w a