SAJAK-SAJAK WING KARDJO

SAJAK DALAM ANGIN

Beri aku mimpi
bagai seribu lilin,
tak putus-putus nyala
dalam malam-malam dingin

hingga kelam
tak mau lagi berbenah
di kamarku, ruang yang
tak kenal istirah, Maka kami

pun tak habis nyalang,
membuka mata menyanyikan
lagu-lagu riang tentang beribu-ribu

kenangan
tentang rindu yang
tak kenal bayang-bayang

05 Nyanyian

Junjungan. Aku tahu
Apa yang mesti kucintai, Hidup
Tetapi udara yang mesti kuhirup
Gemetar dan lapar
Tak sampai ikut membusuk. Arti
Cumbuan kuntum dan duri
Nyanyian surgawi, pedih
Dunia terancam dan pergi. Letih
Hanya hatiku. Jalan sampai badai
Nyanyi, walau tahu
Tinggal sunyi melambai
Junjungan. Aku tahu
Apa yang mesti kucintai. Hidup
Biar titik makin sayup

YANG JAUH

Seolah hidup harus hidup
kau yang jauh, makin jauh
saja, seakan hanya bayang-
bayang di bawah pohon teduh

Kau hilang dari pemandangan
tapi pula tak mati seperti mimpi.
Adakah yang kautunggu selalu
meskipun hari-hari terus berlalu?

Mungkin petang dan bayang-
bayang musim panas makin
panjang, makin cemas

daun-daun menguning mendekati
musim gugur. Hari makin pendek
saja. Nanti, nantikanlah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s