PUAN

Jalanan lenggang, anjing mengongong
Penjaga malam memukul tiang listrik
Dua kali berdentang tiang bergetar
Seperti ada yang rubuh didadaku

Dari balik jendela
Sebatang pelepah daun pisang
Terkulai menyentuh tanah
Batang tua terukir angin
Merindukan air mata langit

Malam semakin tua
kabut semakin pekat
Puan mengigil, batuknya menggelegar !
Memecahkan suara penyiar televisi memberitakan tentang keadaan negeri ini
Bibir kecil meminta seteguk air dan sebutir obat
Cepat sembuh, nak
Bapakmu hanya seorang kuli angkut kata
Ini hidup adalah pelangi
berwarna warni duka dan suka

( Dusun Bono, 12 Sepetember 2011. langit menulis )

3 thoughts on “PUAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s