KEPADA KAU

Masih ingatkah kau, kita singgah di kedai kopi tak jauh dari kelokan 23
bercerita untuk mimpi-mimpi yang segera lekas
Dimana pada hari itu aku meminangmu dibawah sumpah atas nama Tuhan
untuk menjadi ibu bagi anak-anakku kelak
Mata kita saling pandang, tak hiraukan berpuluh pasang mata
kita tetap dalam satu genggam tangan juga hati

Tak terasa hari semakin senja
dan bau terminal keberangkatan diujung mata
telah meminta aku segera, peluk saja tak cukup
beri aku bibirmu,aku ingin mencecap rasa yang api
tak peduli dibawah langit yang meronta

Sebelum lepas rengkuh tangan
Ijinkan aku mengucap pada angin yang bebisik
untuk tersampaikan pada dinding telingamu :

” Aku hanya inginkan selembar hatimu
sejak aku mencoba untuk hidup didalam rasamu
Dan kau tahu, rumah yang paling teduh bagiku, rumah jiwamu.
Dan rumah kita di bumi tak besar kecil saja
dimana ada sisa tanah untuk kau tanami bunga-bunga matahari
seperti nama anak kita, Sang Fajar. ”

3 thoughts on “KEPADA KAU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s