CATATAN DUA

KESATU

di bentang kanvas
warna-warna telah menjadi cahaya yang kilau
tersentuh sapuan kwas kau mencipta

KEDUA

tinggal dua tiga patah kata berserakan
bahasa isyarat pun tak tersampaikan
dan kita lupa untuk kembali pulang

KETIGA

Sudah tak ada untuk dikatakan lagi hanya sebuah rasa agar menjadi lekas.Juga untuk hati, biarlah bertanggung jawab untuk percintaan ini
Sedang di luar hujan deras merontokan dedaunan

Jalanan lenggang, daun jendela dan pintu merapat
Tinggal senggal di pukul neng melepaskan keakuan
Bantu aku untuk berdiri jangan tinggalkan aku begitu dingin

KEEMPAT

Suaramu berbisik merayapi dinding kamar
setelah itu meledak di balik pintu

Sebotol kecap,segelas teh manis,sepotong tahu
Dan beberapa butir nasi di atas piring yang retak
Dan selembar foto ibu tergantung di langit-langit kamar

” Saya sedang menjahit mimpi yang koyak moyak,bu.”

KELIMA

kembali menunggu panen raya tiba
untuk menanam kembali dengan kesabaran

KEENAM

Perempuanku, angin telah berbisik untuk sebuah kemauan-kemauan yang tinggi
hanya untuk sebuah mimpi, dimana letak anak tangga ketika kaki telah meminta
juga tubuh telah begitu resah,menunggu

KETUJUH

Dan kau tahu ? kalimat itu hingga kini tak sampai kepada mataku juga kepada hati, terbaca. ( Ketika harus Memilih – Langit )

KEDELAPAN

Telah kembali kepada yang awal untuk memulai yang baru. Begitu pun kau yang mendendam untuk segala rasa juga airmata yang kau didihkan dalam perasaan-perasaanmu yang api ( Jogja, 26 april 2011 )

KESEMBILAN

Ada bersikeras untuk membuat kita diam
Dengan memainkan kegelisahan-kegelisahan
Sebelum terucapkan apa yang kita mau

KESEPULUH

Pintu telah mencatat tujuh kepergian juga kepulangan
Tiga tangan melambai tiga bibir tersenyum
Dan bunga-bunga telah bermekaran pada hari yang baru
24 April jam 12:12 ·

KESEBELAS

Pesan gambarmu sudah aku terima, sepotong telinga
23 April jam 19:26

KEDUABELAS

Inilah dunia yang warna telah menghampiriimu
Begitupun dengan seseorang yang telah menjadi
Untuk semua yang tiba mengisi duniamu yang sepi

KETIGABELAS

Pergilah,kau akan menemukan satu dan hanya
Di luar sana seseorang yang akan merawatmu
23 April jam 11:08

3 thoughts on “CATATAN DUA

  1. Di langit jiwa ku berpadu
    Merajut hari yang mulai usang
    Dengan berdasan melalui kata
    Met berkreatifitas langit jiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s