HUJAN DINI HARI DAN RINDU YANG MENJELMA MENJADI SEBUTIR PASIR DIMATAKU

Dari balik bantal guling
lamatlamat terdengar gemercik air hujan
membasahi semesta raya
mengigilkan ibukota tubuhku
sambil kudekap eraterat mimpi tentang kau
yang merayap menuju ujung waktu
ketika bunyi bedug bertalutalu
Dan ayam jantan berkokok sehabis bersenggama di padang ilalang

tibatiba tubuhmu berkobarkobar
membakar seisi kota dan meluruhkan gedunggedung
setelah itu melelehkan kedua bola biji mataku

aku tak dapat melihat kau yang menarinari
meliukliuk sepanjang jalan kota
bersama gemercik air hujan yang turun menderas
membasahi wajah yang merona
melepaskan sebutir pasir dimataku
sebutir pasir yang mengendap di hati
yang merayap pelanpelan hingga teronggok di sudut mata
jatuh……….

*bersama hujan menderas aku tulis sajak ini….
190210

Iklan

25 thoughts on “HUJAN DINI HARI DAN RINDU YANG MENJELMA MENJADI SEBUTIR PASIR DIMATAKU

  1. Hujan semakin menderas, menyejukkan jiwa ku.. Dan saat senja datang membawa temaram jingga, langit kembali cerah, secerah jiwamu

    salam persahabatan dari senja 🙂

  2. Sajak yang begitu indah ini pasti mengalir dari jiwa seni seorang penyair handal. Saya salut dan angkat jempol bukan hanya atas keindahan puisi di atas, namun juga karena blog ini menduduki peringkat top 10 pada Google Page rank. Selamat bro, keep writing dan salam kenal untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s