CATATAN NOVEMBER

Gemuruh petir mencubit daun telinga
Kaca-kaca bergetar,jalanan lenggang
Pintu-pintu membisu,dedaunan terbang melayang tanpa tenaga
aku duduk dibibir jendela yang mengangga lebar
membaui aroma tanah basah di siram air hujan
bersama usia yang semakin usang
Dan kerut-kerut wajah yang mengelayut
tinggal menunggu jatuh pada musim musim berganti

Kayu jendela pucat
Ada embun di balik kaca,wajahmu menarinari
Berkejaran bersama imajinasi dan hinggap
Dipucuk-pucuk pepohonan,aku menunggu
Mimpi-mimpi yang terjatuh
Lalu terkulai di ujung jejarum jam
Tik toknya seperti detang jantung
Berlomba bersama gemuruh petir

Tujuh kuntum bunga mawar merah bermekaran di bola matamu
biarkan bermandi air hujan agar merontokan debu debu yang melekat
begitu pun jiwa panca indera kita yang selalu rindu untuk dibasuh
Yang telah sekian lama berkarat

Hujan di bulan November,hujan pertama
ada keberangkatan yang tinggal menunggu waktu
Menjemput kau bersama cinta
Yang terbangun dari puing-puing asa dan harap

Bola mataku menatap dinding kamar kusam
ada sebuah lukisan yang tergantung mengambarkan empat kiblat
Memandanginya seperti mengaji diri,mengaji rasa membongkar keakuan.
Tiba-tiba aku mengigil kudekap tubuh dengan kedua tangan,meringuk
Pukul dua dini hari ranjang hitam meminta tubuh
Selamat tidur….selamat tidur….
Kesadaran melalang buana ke segenap penjuru semesta pada diri
Untuk menyambut hari yang baru dengan persoalan
dan permasalahan yang baru pula
Di sana pula aku berusaha mematahkan ketakutan-ketakutan dalam diri

>Kamar tengah,20 November 2009

3 thoughts on “CATATAN NOVEMBER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s