KEPADA:BUNDA,CINTAKU PADAMU MAHA

3992903-md

purnama telah hadir di atas kepalaku
ia seperti kekasih tiba di stasiun tak bernama
telanjang kaki menyusur lorong waktu
memungguti helai demi helai kenang
yang teronggok di atas meja loket tak bertuan
tak ada jadwal berikutnya di wajah dunia yang memerah membara.panas
setapak tapak usia sejengkal maut
bila tahu begini ingin kembali menjadi bayi
dalam rahim ibu mendekap tubuh Tuhan

malam semakin letih
desau angin menusuk mata jendela kamar
dinding kamar pucat tergores tanda demi tanda.lurus
ini tanda ke 13 dari ujung matapena bunda
setetes tinta jatuh ke lantai
gema bunyinya mengusik jiwa sepi

kau sibak rambut panjangmu
menarinari di wajahku
kucium wangi rambut emasmu dalam pangkuan rasa
kau tersenyum:senyummu merontokan angka-angka dalam kalender
pada angka 14 pada kalender tua
ada makna yang tersirat dan tersurat
kau membaca,mengeja katakata tergaris tebal
setebal doa pada malam-malam sepi
dan tubuh kecilmu terkulai pada hamparan sajadah biru
sajadah menampung tetes-tetes cinta
yang menjadikan air bah mengulung semesta
hanyut dalam pelayaran yang maha jauh
jauh…mengarungi samudera hidup
melawan gelombang meninju kilat
menampar asa membanting keluh

gelas-gelas perjamuan pecah menghantam dinding karang
serpihannya terbang melesat menancap mata bulan
bulan menangis,tetes demi tetes airmata
aku tampung dalam bejana
aku bawa berlari sambil menyusur jejak-jejak langkah kakimu yang terukir di bebatuan,hamparan pasir,di tinggi pepohonan,pada luas padang ilalalang
di awan gemawan,lembah-lembah,gununggunung
pada hamparan padi menguning gading tak aku temukan

ketika senja jejak kakimu menjadi cahaya
menyeruak ke angkasa berkelebat membakar bima sakti
maka aku katakan itulah:cahaya jiwa
rasaku mengejar di gugusan galaksi
terhisap di empat kiblat
di pusat kiblat dalam hening menjaring kesadaran
aku cium dalam rasa yang maha
bibirku mengatup tak dapat berkata
dengan bahasa kalbu aku berbicara dalam titik kekosongan
dalam kosong aku menjadi lebur,untuk aku temukan cahaya cintamu itu
maka,aku temukan cahaya cinta itu dalam tujuh lapisan hatiku,kekasih
cahaya cintamu tak jauh dari aku berdiri,duduk,berjalan,diam,dalam aku tertidur,pada setiap desah nafas,pada setiap kedipan mata.cahaya itu meliputi jiwaku
ia ada disini!
ia ada di sini!
di dalam hatiku!

kekasih,semua sudah aku persiapkan
pada perjamuan malam ini
di hari kelahiranmu
inilah: darahku dan tubuhku
anggur dan rotimu

mendekatlah jiwamu untuk aku cium
agar kau tahu betapa maha cinta dan kasih sayangku padamu.

(ah! ini jabang bayi semakin besar dalam kandungan
bergerakgerak kaki menendangnendag.bisik ibu nuranah,21 tahun yang lalu)

photo by:Wojtek Aleksandrowicz

Iklan

14 thoughts on “KEPADA:BUNDA,CINTAKU PADAMU MAHA

  1. Bunda adalah segalanya buat kita sebagai anak..
    lama tak berkunjung kesini, masih exist dg syair dan untaian kata² indahnya…
    salam hangat dan silaturrahmi…
    apakabarnya mas..???
    biar g lupa saya injin untuk tukar link ya mas.. 😉

    salam, ^_^

  2. TANGISKU DUKAKU
    23 November 2007

    ..aku mencintaimu ayah..
    ..namun kaki ini sudah tak mampu lagi melangkah..
    Untukmu Ayah Bapa Segala Bangsa
    Bapa Semua Orang Beriman
    Bila tembok Berlin yang memisahkan
    Jerman Barat dan Jerman Timur
    telah dapat diruntuhkan

    Lalu .. bilamanakah
    tembok Jordan
    yang angkuh
    terbuat dari baja kebengisan nafsu manusia
    yang telah memisahkan anak-anak Ibrahim
    dapat diruntuhkan?
    sungguh aku berduka untukmu
    wahai Ayahku
    di hari tuamu
    waktu istirahatmu dalam keabadian
    yang seharusnya terengkuh dalam kedamaian..
    anak-anakmu saling berbunuhan
    seharusnyalah bagi seorang putra
    mempersembahkan doa dan air pelepas dahaga
    bukan mempersembahkan api, darah dan air mata
    di haribaan ayahanda tercinta
    hanya demi pengakuan palsu
    pewaris berkah cinta ayahanda
    sungguh aku berduka untukmu
    wahai Ayahku
    tangis dan airmata
    mengeringkan kedua mata
    rintih kelu menyayat kalbu
    hanya itu..
    aku sudah tak mampu
    hanya itu..
    persembahan tanda cintaku
    maafkan aku Ayah..
    maafkan aku..

  3. …panggrantesku sundul ngawiyat…
    tangising ati saya ora kuwat ngglawat

    andeleng bocah sekolah nganggo sragam pramuka
    kanthi asesuka ngibarake gendera
    kumlebet amerbawa Sang Saka Merah Putih
    den aras angin ing tangan-tangan ringkih

    sujudku di telapak kakimu Ibu
    pendurhaka memohon Surgamu
    bila selama ini kututup mataku
    liarkan getar nafsu
    hati kelam membatu

    sujudku di telapak kakimu Ibu
    sesal marah membakar jiwaku
    telah kubiarkan durjana dursila
    memperkosa menjarah bumi sucimu
    sedang kami anak-anakmu
    pecandu peluru berbalut madu

    sujudku di telapak kakimu Ibu

    sayup kudengar kembali kidung merdumu
    yang dikala kecilku dulu
    membawaku lelap dalam embanan kasihmu

    tak lelo lelo ledung
    cup menenga Ngger sun emban sun kekidung
    pun Bapa arsa anetepi dharma
    paring sesuluh myang kang nandhang rubeda

    tak lelo lelo ledung
    rep sireping wayah ratri
    anakku Ngger tansah sun pepuji
    dibisa dadi tepa palupi

  4. Met siang Bang…apa kabar..??

    tak salah aku belajar dari tulisanmu dan semua sahabat pun mengakuinya…maaf Bang jika aku banyak ikuti stylemu…

    -salam- ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s