SUNAN KATA

kepada: Hasan Aspahani

Perahu kata telah aku siapkan
Untuk mengarungi lautan malam
Berlayar menuju pulau sejuta rasa
Di sana aku akan mabuk sepuas-puasnya

Perjalanan telah menempuh mil demi mil
di ujung langit malam,mata bulan purna menyinari perahu kata dan tubuhku

Menghantarkan aku pada negeri sejuta puisi
Di sana,aku bermain pada taman puisi
Kuciumi kata demi kata
Kudekap erat-erat.
Kubawa ia menuju telaga cinta
Di sana aku ingin membacanya
dengan rasa kumemaknainya
lebur……!

18 thoughts on “SUNAN KATA

  1. arungilah samudara puisimu dengannya engkau akan lebih hidup.

    ****lj****

    malam ini aku sdh mengarungi kata utk menuju pulau sejuta rasa.
    kau mau ikut?
    hehe….

    salamku

  2. dibawa ke telaga? ah aku tak mau.. nanti bulu-buluku basahhh semua… dingiiiiinn… (si Ammar Jr lantas menyusup dan bergulung di balik selimut)

    🙂 selamat malam mas Langit..

    ******LJ******

    haha….
    kalau bgtu jgn ajang si AMAR

    selamat malam kembali,mbak
    salam utk si Amar

  3. Kayaknya dalem banget sampe saya bingung ngartiinnya…..

    salam kenal dan mampir ya Pak

    ******lj*****

    udh gak ush di pikir,malam ini kita menari lagi di bara api kata

    salam kenal kembali,mas aden.
    senang bisa berkunjung diblog ini.

    salamku

  4. Wah…udah lama gak berkunjung…pa kabar
    sedang memaknai kata rupanya
    dan menjadikannya lebur dengan cinta

    ******lj*****

    khbr baik,bu dokter.hehehe…
    malam ini kata entah sembunyi dimana dia.haha…….

    cinta? telah patah menjadi dua.haha……

  5. salam dari bandung

    saya suka membaca puisi anda, banyak kata yang menyimpan makna ….

    Mengapa mesti duduk di sini
    bertengkar tentang asa yang di salip senja

    Mari kita renungkan bahasa angin
    yang dikabarkan burung camar
    pada tiang sampan

    Doa politik kaum jelata

    Tuhan
    Orang-orang tak lagi percaya keadilan
    di negeri ini karena tiap hari di suguhi kerak nasi

    Tuhan
    tiap tahun kami membayar pajak tapi orang miskin, anak terlantar, dan pelacuran makin
    subur di negeri ini.

    Tuhan
    Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhebat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan “penghibur rakyat” di iklan politiknya di TV.

    Tapi, mereka tertidur seperti bayi, ada yang sibuk ber sms, menelpon diasaat rapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat di parlemen dan lebih kejam lagi mereka menghambur-hamburkan pajak yang kami bayar, mereka pergunakan ke panti pijit dengan alasan merilekskan pikiran, main perempuan (mungkin karena istrinya sudah tua dan sibuk arisan), dan bermain judi.

    Tuhan
    Ada juga yang nekat jadi calo/broker misalnya calo politik, calo proyek, calo bencana, calo pemekaran wilayah seperti berita di Koran, apa gaji mereka tidak cukup sampai mereka begitu kejam melakukan hal tersebut. Padahal di negeri ini banyak sarjana menganggur dan relah bekerja apa saja karena susah dapat pekerjaan.

    Tuhan
    Penguasa di negeri kami memang tidak semua suka berbuat keji dan hina, tapi kami tidak punya kuasa untuk menandai wajah mereka, mana yang baik dan buruk

    Tuhan
    Kalau Engkau tidak memberi kami petunjuk untuk membedahkan mana pemimpin yang hanya pandai menjual kecap dan mana yang tulus, jangan salahkan kami, kalau terpaksa kami menantang fatwa MUI untuk golput…..

    http://esaifoto.wordpress.com

    membaca sajakmu,mengingatkan aku akan seorang Heri Latief dan Wiji Thukul.

    hanya satu kata,lawan!!!

    selamat datang kembali,sobat!

  6. apa kabar mas Andra, sudah lama gak mampir ke sini nih………….

    *******lj*****

    khbr baik selalu,pak willy
    senang bisa berkunjung kembali di blog ini

    ***terima kasih utk semua sahabat2ku***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s