Puisi Herlinatiens

Lelaki Puisi

pada langitjiwa
; lelaki puisi yang senyumnya serupa
keberangkatan musim dingin dan
kepak sayap merpati
dimana puisi hendak kau dirikan lagi?
sebab huruf dan kata menjadi begitu purba untuk
kita menari di atasnya

mari kuceritakan kisah kecil
tentang sebuah kota dimana tak
lagi kutemukan puisi dan kata
; manusianya derita
gedung-gedung seluruhnya palsu
kembang dan buah tak lekas
dan jejak sepatu hanya meninggalkan
kenangan yang kejar bayang

maka padamu wahai
langitjiwa kekasih huruf dan kata
selamatkanlah kota dengan puisimu
sebab langit cemas menunggu

Yogyakarta, 5 Februari 2009 (5.13 wib)

cewe

: Herlinatiens.

keberangkatanku pada musim dingin
telah menempuh mil demi mil kata
dimana kata puisi tak pernah sampai membawanya padamu
matapenaku hancur berkeping-keping
memancap pada jantung malam

sejuta kata berdarah
jatuh menetes pada semak belukar gedung-gedung palsu
merontokan rasaku
mengetarkan jiwaku

huruf dan kata kini menjadi sebuah peta buta pada setiap baris demi baris disetiap lembaran kertas putih ini. Ajari aku mengeja,membaca dan menulis dengan baik dan benar.
agar kata puisi sampai padamu

dikereta Bima
pada bangku nomor 26
sebuah catatan malam yang kugoreskan,kini menjadi sebuah puisi yang terbata-bata
saat kau suruh aku selamatkan sebuah kota tak bernama.

aku belum menjadi kekasih yang baik untuk
huruf dan kata
perjalanan mencari bentuk pada setiap kata
masih jauh menuju cahayanya
dan,biarkan langit menjadi cemas untuk menunggu

kini,aku yang menunggumu dengan cemas
dibawah kibaran G-String milik seorang gadis muda nan seksi
cepat,lekas kau datang
sebelum aku benar-benar terkapar
terjerat oleh seutas tali berwarna putih itu!

langitjiwa.

Iklan