Memahat Kata

Kata-kataku membatu!
Menjadi batu hitam pada dasar hatiku
Sepanjang malam kuselami
mengangkut bongkahan demi bongkahan batu kata.

Pada tepian bibir telaga cinta
disana kupahat dan kuukir namamu
walau luka pada jari jemariku semakin mengangga

Sebelum ayam jantan berkokok membangunkan waktu shubuh
kata puisi sudah kupancangkan dilembah hatimu.
Disana,bait demi bait kata puisi
namamu terukir bersama darahku.

saat kau membaca kata puisiku
Aku sudah meninggalkan telaga cinta
menuju negeri tak bertuan
Disana aku akan memahat batu nisanku sendiri.

Iklan

26 thoughts on “Memahat Kata

  1. hidup adalah kesendirian kita datang didunia sendiri dan ketika pulangpun kita akan sendiri, maka maknai semua cinta dengan ketulusan mengabdi pada Ilahi.

  2. jangan pergi kemana2, ah
    tetaplah di sini
    ngapain juga memikirkan memahat batu nisan
    jika merajut kata jauh lebih nikmat

    met wiken, paundra:)

  3. saat kau membaca kata puisiku
    Aku sudah meninggalkan telaga cinta
    menuju negeri tak bertuan
    Disana aku akan memahat batu nisanku sendiri.

    bukan postingan terakhir kan maksudnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s