Bila Saja

Dibawah sumpah atas Nama Tuhan.
aku sematkan cincin emas dilingkar jari manismu yang terukir;namamu,namaku.
Kelak itu akan menjadi kenang

Di wajah senja yang memerah jingga kita berdua menikmati secangkir teh di beranda depan rumah,sesekali kita bertatapan tanpa ada yang mau kita katakan.Hanya dengan bahasa rasa dihati untuk memaknai percakapan mata kita.
Kini,wajah kita telah usang pada sisa usia yang semakin matang pada pohon kehidupan.
Helai demi helai rambut memutih,
serupa kapas pada pucuk-pucuk pohon randu.
Melihat dirimu pun aku harus sedekat mungkin.
Karena apa? Mata sudah tak awas daya pengelihatannya,seperti membaca peta buta dibola matamu

Rumah kecil ini menghadap pematang sawah
setiap pagi tiba,cahaya matahari menusuk jendela kamar bersama angin pagi yang menderu untuk membersihkan sisa-sisa nafas kita
( itulah salah satu kegiatan kau dan aku menikmati rasa syukur kepadaNya)

Rumah yang dulu ramai dan gaduh oleh tingkah anak-anak
Kini,tinggal sepi tergores pada dinding waktu.
Anak-anak telah menjalani kehidupannya masing-masing.
kita akan selalu merindukan kedatangan mereka bersama buah hatinya
Dimana pada rumah kecil ini sepi akan tercerai berai, oleh tingkah polah cucu-cucu kita yang selalu mengemaskan.

Kini,kau dan aku,Hanya bisa tersenyum kala
mengingat tiga puluh tahun yang lalu. Saat aku pinang kau dibawah sumpah atas Nama Tuhan untuk menjadi istriku dan eyang bagi cucu-cucu kita.

malam ini jari jemari tanganku menangis,bila saja kata-kata ini kutulis saat aku sudah uzur pada sisa usiaku.Semoga.


langitjiwa.

32 thoughts on “Bila Saja

  1. Sempurna, engkau tlh mendiskripsikan proses kehidupan yg akan terus berkelanjutan dgn begitu bagus skali sobat.
    Ada masa dimana kita kan bersama, riuh gaduh si kecil yg membahana, saat itu kita merangkai kehidupan.
    Ada masa dimana kita kesepian saat si kecil tumbuh dewasa dan punya kehidupan sendiri, hanya tubuh renta kita yg tersisa, saat itu kita hampir kehilangan kehidupan.
    Ada masa dimana kita kan setia di depan pintu berharap kedatangn tangis kecil dari buah hati si kecil kita dulu, saat itu kita menemukan kehidupan kembali. Saat itu kita percaya ada yg tdk akan berubah oleh putaran waktu, cinta kasih keluarga kita.

  2. dan di situlah letak kesempurnaan magna cincin itu bang.hmm…………andai blue bisa menyelipkan cinci di jemari tangan yang lentik milik sang bidadari………………….ach!
    bang datang ke facebook
    salam hangat selalu

  3. kupandang dari langit ketika aku dlm pencarian jiwa yg kesepian aku selalu memandang hamparan kata²mu sobat….
    begitu syahdu hingga membuatku turun menapakkan kakiku lagi….
    andai ada sejumput cinta yg menemaniku dan membuat aku tidak melayang lagi…aku rela sobat….rela utk tak mencari jiwa yg kesepian lagi…
    andai ada bidadari seperti yg kau punya utkku…andai saja sobat….

  4. mengharukan…..

    bahasa yg indah ..ungkapan yg dahsyat akan alur kehidupan…dan itulah yg diharapkan setiap pasangan yg saling mencinta….ikatan cinta yg utuh sampai akhir hayat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s