Menunggu Hujan Reda

senja yang semakin layu
tak kuat menahan bulir bulir airmata langit
tumpah deras menghanyutkan rasaku untuk segera pulang
jarum jam dinding tertawa terkikik…
melihat seraut wajah gelisah
terdampar pada gelap malam
yang telah menelan senja tersayang

kantin Mahoni09

22 thoughts on “Menunggu Hujan Reda

  1. aku tak pernah menunggu hujan (air) reda. sebab selalu saja aku tak sabaran. pasti segera kuraih parasol dan bersamanya berjalan menembus butiran air itu. tapi jika hujan es (hail) yg muncul, barulah aku berpikir 2x utk menembusnya

  2. Terkadang aku sempat berpikir; mengapa dikala banjir datang seseorang selalu menyalahkan hujan. Dan apabila hujan turun pasti akan terjadi banjir, seakan ini sebuah doktrin.

    Padahal, kita tidak perlu menyalahkan hujan dan bukan hujanlah yang harus kita salahkan. Karena hujan sebuah karunia yang telah diberikan Tuhan kepada hamba-hambanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s