Malam Pengantin

Deru nafas mengulung-gulung,
Menghantam dinding ranjang.
Kaki ranjang patah,
Dua batang tubuh terkapar!

langitjiwa

Iklan

33 thoughts on “Malam Pengantin

  1. ternyata susah jg benerin ranjang yg patah kakinya……hehehehehe

    **********lj**********

    hahahahaha….
    iya,mas. nanti saya ganti dech.pake kasur busa aja.

  2. luar biasa…………..
    terkapar
    menatap langit-langit
    sepi……………
    saya suka gaya menulis anda. bravo……. sekali-sekali kunjungi juga :
    willycw.wordpress.com atau willywungosite.blogspot.com
    Terima kasih.

    *********lj*********

    terima kasih,pak Willy.
    senang rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
    dan,salam knl selalu dariku.
    salamku.

  3. mas..mas…
    temen2mu mengapresiasi puisi sampeyan dengan cara yang unik gitu
    tapi aku tetep suka gaya tuturmu..

    ********lj*********

    Tdk apa2,mbak Ika.
    mereka adalah sahabat2 saya yg saya cintai,dan begitu pun dgnmu.

    ***

    matur suwun sangat ,mbak. sdh mau menikmati tulisan2 yg ada diblog ini.

  4. Wah…makin malam, makin panas puisi-puisinya, pake ranjang patah segala…, OK. LANJUTKAN !

    *********lj********

    gak tahu nich,pak.
    kata telah memgoda saya utk menulisnya,hhehehe…..

  5. ohhhh……. apa yang terjadi selanjutnya yaaa? 😀 hiehiehie….

    mas LJ, am back…. setelah sekian lama cuti 😀

    ********lj*********

    selamat datang kembali,mbak.
    iya,kemana saja selama ini.
    salamku.

  6. ..Aku terkapar di tepi ranjang,
    ..di tengah malam,
    ..entah dimana..

    *****lj******

    aku pun sebenarnya ingin bertanya itu,sobat.
    kita ini ada dimana?hahaha…

  7. Dan sekarang dua tubuh itu saling berpandang
    Dan saling tersenyum sembari berkata….
    Besok kita harus membeli ranjang yang lebih kuat
    Kalau perlu yang tanpa kaki……. :mrgreen:

    Salam Mas Paundra……

    *********lj**********

    iya,mas. tentunya dgn kaki-kaki yg kuat dan tahan banting.hahaha….
    bila itu masih terjadi,maka usul yg kedua itu bagus,yah,tanpa kaki! harus! hahaha…

  8. ngapain aja tuh “dua batang” di atas ranjang??
    ada dua jawaban:
    1.Karena saking kuatnya
    2.Kaki ranjangnya nggak kuat kalee……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s