Liturgi.

Selamat datang malam.
Ini tubuh dan jiwaku.
Bawalah menuju keheninganmu.
Bersama doa-doa cinta yang kupetik pada Ladang Kata Sang.
Walau jalannya terjal dan mendaki.
Mungkin,akan sedikit sulit,dan membutuhkan perjuangan bathin.
Tak peduli seberapa jauh perjalanan MenujuNya.

Oh…Sang,
Ini tubuh dan jiwaku.
Jadikanlah Anggur dan Roti.
Pada altar perjamuanMu malam ini.
Amin.

Iklan

29 thoughts on “Liturgi.

  1. Hmmm.. .. sdh prnh mngalmi prjlnan batin lum? cb dech, asyik… lam kenal.

    **********lj**********

    belum pernah aku mengalami atau merasaoakan perjalanan abthin itu,krn bagaimana aku mau menuju kesana.bila jiwaku masih berdiam pada lembah Mulki.

    **

    Dan salam kenal kembali,sobat.
    senang rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
    Salamku.

  2. Dan kita akan tertunduk dan bersujud dihadapanNya………

    Selamat Natal……. dan Tahun Baru 2009……………. 😀

    *******lj*******

    SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU 2009,sobat.

  3. Hmm,, liturgi itu apa?
    saya bukan orang yan gpaham sastra, tapi puisimu indah 🙂

    *******lj*******

    Kata “liturgi” berasal dari kata berbahasa Yunani: leitourgia. Asal katanya adalah laos (artinya rakyat) dan ergon (artinya pekerjaan). Jadi, liturgi adalah pekerjaan publik atau pekerjaan yang dilakukan oleh rakyat/jemaat secara bersama-sama. Dalam konteks ibadah Kristen, liturgi adalah kegiatan peribadahan di mana seluruh anggota jemaat terlibat secara aktif dalam pekerjaan bersama untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa “liturgi” adalah “ibadah.” ( sumber CyberGKI )

    **

    Dan,salam kenal kembali,mbak
    senang rasanya sdh berkunjung ke blog saya ini.
    salamku.

  4. ada 4 kata yg akrab di telingaku: liturgi, anggur, roti, dan perjamuan.
    aku masih ingat saat kecil ikut dlm barisan liturgi kanak2, membacakan ayat pendek. dan saat dewasa, berbaris rapi menunggu perjamuan kudus, menikmati hosti dan anggur manis. ini semua mengingatkanku pd natal yg semakin dekat….dan entah mengapa pd saat seperti ini aku suka banget memandangi jendela berkaca mozaik warna-warni yg menampilkan sosok anak tukang kayu itu dg nimbus melingkari kepalaNya

    mataku jadi basah…hehehe…
    thanks for reminding me of this moment

    *******lj*******

    iya,itu juga mengingkat saya,waktu masih Sekolah dasar di Santa Maria di Cimahi,jawa barat. Mengikuti dlm barisan utk liturgi.

    ** Maafkan,bila kata-kataku menyayat matamu,Berdarah.

  5. dra….tulisan kamu semakin bervariasi……salut aku….. *_^

    **********lj*********

    hi,Jane.
    makasih,dan senang rasanya kamu kembali lagi ke blog ini,Jane.

  6. kesahduan liturgi akan menyertaimu sobat…..perjamuan terakhir….”mathius :23″……

    *********lj**********

    ow,terima kasih,sobat.

  7. seiring waktu berlalu begitu cepat
    aku datang keblogmu dengan membawa Software can’t copy CD 🙂
    salam kenal

    ********lj********

    salam kenal kembali,sobat.
    senang rasanya sdh berkunjung ke blogku ini.
    salamku.

  8. wah penyerahan diri yang luar biasa. kadang penyerahan diri tanpa pamrih justru akan menjadi sesuatu yang berarti.

    ***********lj***********

    betul itu,kawan.
    penyerahan diri yg tanpa pamrih itu yg Tuhan inginkan.

  9. selamaat maass!!
    selamat makan maksudnyaa…hehehe… syair yang indah…seindah dan sekeren nama saya hahaha… maap mas..lg terserang wabah narsis*
    salam hangat selalu 🙂

    ********lj********

    hahahahaha…
    malam juga,mbak indah.
    selamat menunaikan ibadah narsis,hehe…

  10. anggur dan roti lambang pengorbanan ” Putera Manusia” yang telah rela mengorbankan diriNya, bagi karya penyelamatan umatNya. Puisi ini pas dengan moment, yang sebentar lagi dirayakan, sebagian umat Tuhan.

  11. hahahaha…..sajak anda kali ini penuh dengan pertanyaan seputar Liturgi. Yah..memang sesekali perlu juga meng-sosialisasi-kan istilah itu. Awam belum cukup akrab dengan istilah Liturgi.
    Anyway saya harus mengucapkan kalimat ini buat anda :
    Domini vobis cum……………
    salam kenal,
    willy wungo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s