Hutanku Gundul.

Melihat rambutnya di cukur habis,
Bumi menangis.
Lalu,ia berlari menuju lautan lepas.
Sambil mengusap-usap kepalanya.
Ia memandangi wajahnya yang semakin usang.

Mahkotanya hilang sudah.
Sudah tak secantik bak gadis sunsilk dengan rambutnya yang hitam dan lebat.
Kini,yang tersisa hanya pitak-pitak menghias di kepalanya yang gundul dan plontos.
Ohhh…….!

l a n g i t j i w a.

Iklan

26 thoughts on “Hutanku Gundul.

  1. Sementara cukong2 sidang kipas2 dengan uang hasil jarahannya
    Pejabat yang harusnya mengawasi juga sibuk main kartu, gak liat tongkang2 raksasa penuh kayu melintas didepan mata
    Tak lama, air bah memenuhi setiap ruang kota
    Orang2 yang tinggal di apartemen mewahnya itu hanya bergumam
    “Sudah biarin ajalah.. ntar lagi musim kemarau, airnya juga surut lagi..”
    Apakah masih ada yang peduli..?

  2. huh! dan anak cucu kita lah yg harus menanggung efek sampingnya, sementara “mereka” sibuk menimbun uang di swiss

  3. buat aq c hutan adalah sebuah hal yang indah,nah kalau hutannya gundul apanya yang membuatnya indah?mang nggak ada jalan lain tuk ngumpulin duit slaen dengan cara menggunduli hutan? inget donk qt punya anak n cucu yang merluin keberadaan hutan sebagai paru2dunia,nyadar donk…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s