Perjalanan.

gkawi
( Foto by : Jeff Lieberman )

Hujan semalam telah membasahi jalan setapak menuju lembah dan bukit.
Kuncup-kuncup bunga mawar merah merekah menebarkan wangi,
Kicau burung prenjak hinggap pada dahan-dahan pohon tinggi,
Menyambut pagi bersama jejak langkah kakiku.

Lihat,
Petani telah membajak sawah,untuk menanam bibit padi kehidupan.
Disana aku melihat Tangannya mencangkul bersamaTuhan.
Sekumpulan ibu-ibu berjalan beriring bersama menuju pasar pagi untuk menjual hasil ladang.
Disana aku melihat wajah-wajah suka cita hadir bersama senyum Tuhan.

Lima bocah bersepeda jengki,menuju sekolah,mengali ilmu.
Untuk menjemput masa depan.
Disana aku melihat Cinta Tuhan meliputi Jiwa-Jiwa mereka.

Disini, Aku melihat bayang tubuhku tersinari oleh matahari pagi.
Sekejap kubergerak hilang bayanganku.
Aku dan kau tak kekal adanya.
Keabadaian hanya MilikNya.
Karena aku adalah Wujud Majas dari Wujud HakikiNYa.

Melewati ujung jalan setapak ini ada sebuah rumah.
Hanya seorang laki-laki tua yang menghuninya.
Dimana ia selalu menembangkan nyanyian tentang perjalanan hidup.
Suaranya pelan,tapi sangat dahsyat menghantam ruang jiwaku.
Makanya setiap aku melintas didepan rumahnya,
Aku selalu memperlambat gerak kakiku.
Karena aku ingin menikmati sepuas-puasnya.
Karena lagu yang ia nyanyikan bagai mata air yang mengalir dari kedalaman jiwanya,
Menelanjangi diriku.

Setelah melewatinya,ada kelokan di ujung jalan ini.
Melawati ngarai sungai.
Dimana selalu aku rindu dengan suara gemerciknya.
Airnya jernih bagai batu Yakut.
Lalu,kubasuh wajahku,wajah yang telah usang oleh perjalan usia.
Inilah wajah Dunia.

Sebentar lagi senja.
Mata malam akan kembali pada titik tengahnya.
Dimana Jiwa-Jiwa yang diliputi oleh RahimNya,
Akan kembali menuju pada pintu keheningan.
Untuk merasakan dan menikmati nyanyian Surga yang terlantun dari Lembah Jabarut.

Langkah kakiku terhenti,Pada SurauMu.
Dan,dengan Cinta.
Sambutlah kecup bibirku untuk mencicipi kehangatan Rasa Cinta di BibirMU.

Beranda Surau Semampir.
. l a n g i t j i w a .

Iklan

19 thoughts on “Perjalanan.

  1. “Lima bocah bersepeda jengki,menuju sekolah,mengali ilmu.
    Untuk menjemput masa depan.
    Disana aku melihat Cinta Tuhan meliputi Jiwa-Jiwa mereka.”

    menarik…

  2. Saya benar-benar menyadari keseimbangan kebutuhan manusia antara kebutuhan duniawi dan uqrowi. Beberapa tahun terakhir ini aku benar-benar haus akan kebutuhan uqrowi. Boleh dibilang kebutuhan dunia tidak kurang tetapi tanpa terpenuhinya kebutuhan batiniah, kebahagiaan belum lengkapa adanya. Terimakasih mas Langit, puisinya indah sekali. thanks

  3. Salam ..

    semua puisi di atas mungkin mengingatkan ,memberi tahu kepada kita
    kita hidup dengan penuh liku-liku dan untuk menuju rumah yang indah kita wajib selalu berektiar dan berusaha demi mencapai kebahagian di dunia dan di akhiratnya ..

  4. Sejauh apapun perjalanannya, menjadi sangat menyenangkan jika kita menikmatinya yaa mas. Tak lupa juga untuk bersujud jika waktunya tlah tiba….

  5. semua aktifitas kita ternyata bisa di ceritakan lewat puisi…..salut mas…salut..

    btw, mas ada award buat mas di blog sy, sebagai bentuk persahabatn sesama blogger, diterima ya mas 🙂

  6. syairnya indah sekaliiiii… 🙂
    saya jadi rindu masa kecil. di kampung. ada sawah. bersepeda. dan..melihat surau2 yang tak pernah sepi. selalu saja, ayat2 Al Quran dinyanyikan dengan indah…

  7. ada masa kita tersadar dalam kekosangan dan cuma sang Khaliq yang bisa mengisinya dengan abadi, buat langit jiwa aku ingin belajar memaknai hidup dalam tiap puisimu.

  8. Ketika sepeda itu dikayuh melaju kedepan.. ketika pengendara kemudian dihadapkan pada persimpangan dan jalan yang bercabang.. akan kemanakah pedal ini terus dikayuh?

    ketika itulah pengendara mestinya terus bertanya dan mengharap ke Atas, manakah jalan yang terbaik? agar kayuhnya tidak sia-sia dan menyesatkan.. agar si pengendara selamat sampai ditujuan dan benar-benar mendapat kebarokahan dari upaya perjalanan-nya hijrah dari satu tempat ke berikutnya.. hanya mengejar ridha Illahi. 😀

    Salam hangat dari afrika barat.. dari saudaramu yang juga terus mengayuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s