Coretanku II

Gadis kecilku,
Duduk dibawah rindang cahaya bulan purna.
menunggu mata bulan tertidur.
Hup!
Melompat,memetik bulan.
Di taruhnya didalam keranjang mimpi.
Tidurlah..tidur,anakku sayang.
Bapakmu malam ini menjaga kau dan ibu.
Menjaga seribu nasib yang terus untuk dirajut.
Doakan bapakmu,agar esok ada rejeki sedikit.
Untuk membeli boneka berbentuk bulan,
Yang kau tunjuk dari balik etalase Toko Boneka sore tadi.

langitjiwa

Iklan

28 thoughts on “Coretanku II

  1. Semoga rejeki dilimpahkan bagi insan yang senantiasa mengedepankan takwa dan menjaga iman-nya.. semoga si kecil tumbuh besar seperti kedua orangtaunya.. 😀

    Seneng sekali sudah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

    ******lj******

    Selamat datang kembali,sobat.
    Hati-hati dan jaga kesehatan disana ( Afrika Barat ).
    Doaku selalu untukmu.

  2. Bagus puisinya. Sebagus puisi2 di Lengkung Alis Matamu’nya blue4gie, yang didedikasikan kepada seorang wanita, pekerja seks di lingkungan Pamulang bernama Indarti di pertengahan umurnya.

    Dengan kekuatan nalurinya, ia tahu … wanita dengan derajat serendah ini perlu diangkat ke permukaan, oleh penyair berhati dan jiwa panas serta yang tidak memiliki kesadaran, segala perbuatan di dunia ada pembalasannya.

    ******lj*******

    Puisiku tidak sewangi Om Jo,mas.hehehe..
    terima kasih,sdh berkunjung keblog ini. Dan salam kenal dari Sidoarjo.
    oh..iya,apa nama blognya,mas?

  3. hingga kelak, sang fajar tersenyum, terbayar letih sang bapakmu karena senyum kecil di bibirmu yang indah .. Tidakkah ia benar2 mencintaimu.. 🙂

    **********lj**********

    karena senyum itu,aku selalu ingin cepat pulang kerumah,hehehe…
    sungguh,ia mencintaiku.hahaha…

  4. saya suka membaca artikel anda, layak di baca dan di renungkan ( bukan memujih karena saya bukan syaik pujih yang menikahi anak di bawah umur menurut undang-undang apalagi memujah bisa musyrik kata ustas)

    http://esaifoto.wordpress.com.

    ********lj********

    terima kasih,mbak.
    dan senang rasanya sdh berkunjung keblog ini.
    Dan salam kenal selalu dariku.
    Salam.

  5. Amin….

    Ananda: Janji yaaa Yah, jika ayah punya uang, belikan aku boneka itu…

    ******lj******

    Iya,Ayah janji.
    Satu untukmu satu untuknya.

  6. akan ku jaga rangkaian niat baik abangku ini dalam doa doa malamku. Semoga keabadian kasih sayang ini terus melekat ya,bang.
    selamat malam serta salam hangat selalu

    *******lj*********

    terima kasih,blue. Atas doa-doanya.
    Selamat malam kembali,blue.
    sedang apa kau hari ini?

  7. Very sweet.. I like that. 🙂

    Semoga sang Bapak mendapat petunjuk dari Allah, agar menemukan jalan untuk selalu dapat bekerja keras (menurut saya kemudahan tak selalu akan menjadikan kita orang yang kuat), dan mendapatkan banyak rezeki yang berkah, untuk keluarganya.. Amin.

    **********lj**********

    betul,dgn bekerja keras dan pantang menyerah. Akan mendapatkan rejeki yang berkah dariNYA.

  8. (Bapakmu malam ini menjaga kau dan ibu….)

    Aha…
    Setelah anakmu tidur… apakah yang dilakukan dengan isteri… Hmmm
    Hust… jletak!

    *****lj*****

    hush! huhahahaha……
    kang,kumaha damang?

  9. kayaknya keren – tapi nunggu waiting list untuk ditarjim lagi== salam aja 😀

    *********lj********

    baik,mas. aku selalu sabar utk menunggunya.
    salamku

  10. kita-kita ini sesungguhnya boneka kehidupan, yang masing masing mempunyai peran sesusai ketokohan kita. tinggal bagaimana kita mengisi peran kita sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan sesama. ada dalang sejati, yang menjadikan kita lebh berperan,hanya sayang kita sering terjebak pada dalang semu yang penuh kamuflase untuk memanipulasi hidup. karena itu kita perlu waspada. okay????

    ********lj********

    betul,kita adalah bayang majasi dariNYA.
    **
    Sudah berapa hari ini saya tidak melihat Om Cahyo.dikantin Mahoni,hehehehe…..

  11. Sayaaang banget sama anak, apalagi anaknya mertua ya… Salam kenal.

    ********lj********

    hahaha..
    iya sama anak mertua juga,kalau gak bisa di bogemnya,hahaha…
    senang rasanya sdh berkunjung keblog ini,mas.
    dan salam kenal kembali dari Sidoarjo.
    Salam.

  12. Bingung nih saya kalau mau koment Puisi : Ah mending tak kirimi Tembang Pocung aja ah :

    Ngelmu iku
    Kalakone kanthi laku
    Lekase lawan kas
    Tegese kas nyantosani
    Setya budaya pangekese dur angkara

    *****lj****

    hehehe..
    sekarang malah aku nich mas,yg garuk2 kepala untuk mengartikan tembang ini.hahaha..

    selamat datang di blog ini,mas.
    dan slm kenal dariku.

  13. Johannes Sugianto kesannya wangi, tapi kebejatannya mengakar ke dasar2nya. Adalah penyair yang berusaha keras untuk bersembunyi dibalik kepolosan kata2 dalam puisinya … tapi dasar jiwanya kerontang, menipis segala sifat2 kemanusiannya.

    Inilah perbedaannya, penyair yang sebenarnya, yang diam2 adalah emas layaknya mereka2 yang bernama besar dan apa adanya, dengan Johannes Sugianto yang selain bermain kata2 juga layak mendapat nobel untuk kepura2annya terlihat bernilai, meski’pun bagi yang tahu … minus2 dibawah nol di segala aspek.

    Wartawan amplopan, pernah dengar ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s