Ruang Kamar,Ruang Jiwa,Ruang Pencarian

Ruang kamar ini tidak terlalu luas,disini aku menghabiskan malam sepi untuk mengembara mencari kata-kata. Di sudut kamarku ada lemari cermin terbuat dari kayu jati, sudah cukup lama ia berdiri di sudut kamar ini.
Di atasnya tergantung sebuah fotoku,saat aku masih berusia tujuh tahun.Wajahku mirip dengan ayahku.
Setiap aku memandang fotoku,aku selalu teringat ayah. Yang dimana ia selalu menemaniku untuk melihat bintang-bintang di langit malam dari balik jendela kamar ini.
Kadang aku melihat ayah dari balik bantal gulingku,ia menghabiskan malam dengan menulis sajak atau apa saja yang ayah suka,pasti ayah akan menulisnya. Sesekali dihisap rokok kreteknya dalam-dalam sambil memainkan jari jemari ayah pada lembaran kertas putih yang agak sedikit buram warnanya.

Kadang tergoda aku untuk bertanya kepada ayah.
Untuk apa ia menulis ditengah malam sepi bersama waktu yang telah menjadikannya mengembara di hutan kata-kata.
” Anaku,aku menulis bersama jiwa dan hatiku untuk mengali hakikat kata-kata yang teranugrahi dariNya. Bagai pejalan CintaNYa mencari hakikat kesejatian hidup. Ia arungi samudera jiwanya untuk mencapai pada pintu kesejatian diri.Ia menempa diri di kedalaman IlmuNYa,di samudera TahuidNYa.
Begitu pun ayah,menempa diri di tengah malam sepi untuk menciptakan sebuah kata-kata yang tertiupi oleh ruh kesejatian kata-kata itu sendiri.
Pejalan Cinta dan begitu pun ayah sedang menuju sebuah proses mencari bentuk. Bagai kepompong didalam balutan kulitnya,dimana kelak kupu-kupu itu akan terlahir dengan indah. Beraneka warna pada sayap-sayapnya begitupun dengan bentuk tubuhnya.Akan tercipta keindahan yang hakiki.
Berdiam diri pada keheningan malam untuk mencari bentuk adalah sebuah proses yang harus dijalani,walau itu berliku dan mendaki untuk menujunya.”

” Seperti sajak Cinta yang akan ayah tulis ini.
Sudah berulang kali ayah menulisnya,tetapi kata-katanya tak akan pernah habis untuk dituliskan.Selalu ada yang baru. Dan ayah berusaha untuk menulisnya kembali dalam bentuk yang lain.
Itulah sebuah proses dalam pencarian bentuk yang ada didalam diri.
Begitupun engkau,kelak bila mata pena ditanganmu untuk memulai menulis yang ada di dalam jiwa dan hatimu,menulislah. Di saat itulah sebuah proses pencarian bentuk sudah mulai engkau lakukan. Lakukanlah!

l a n g i t j i w a

33 thoughts on “Ruang Kamar,Ruang Jiwa,Ruang Pencarian

  1. Kata² yg sangat indah dan sungguh bermakna… daleeeeeemmm bgt…
    salut buat Langitjiwa…😉

    *********lj*********

    terima kasih,mas.
    dan senang rasanya sdh berkunjung kembali ek blog ini.
    salam

  2. langit jiwa ini memang sangatttttt pintarrrrrrrr menulis kata kata barusan..salut ahhh..saya gak bisa soalnya hehehe

    *****lj******

    mari sama2 kita belajar,mbak Yessy.

  3. Langit jwa engkau telah membuat aku berada di tengah untain permata kata-kata. Sebuah kata yang bisa menjadi sarat makna dalam tanganmu. Salam selalu.

  4. Langit jiwa engkau telah membuat aku berada di tengah untain permata kata-kata. Salam

    **********lj**********

    terima kasih,Atakeo.
    sdh berkunjung kembali di blog ini.
    salam kembali utkmu.

  5. Asalaamu alaikum. Bang, kayaknya makin keren saja tulisan-tulisannya, mangkin bisa dinikmati euy…😀
    Darifada enggak, mending terlambat… Mohon maaf lahir dan batin

    ***********lj*************

    wlkmslm,kang.
    senang rasanya kembali berkunjung keblog ini.
    dan langitjiwa beserta keluarga mengucapkan ‘ Mohon Maaf Lahir dan Bathin’

  6. Mas langit tolong dong, bikinin puisi cinta untukku, soalnya tuyi lagi jatuh cinta lagi…nanti kirim ke kotak komentar postingan tuyi ya….?
    thank’s sebelumnya.

    ********lj*********

    sdh aku tulis di blogmu,Yi.

  7. Asik mas langitmalam. Indah dan mudah dicerna. Lam kenal

    ***********lj************

    salam kenal kembali,mas.
    senangnya rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
    salam

  8. Rangkaian kata dan kalimatnya indah sekali. Saya mau belajar tapi bisa ga ya menjadi seindah tulisannya mas Langit jiwa. thanks

    ********lj*******
    mari sama2 kita belajar,mbak. aku pun masih harus banyak belajar dari sahabat2ku di maya ini. Dan masih mencari bentuknya.
    salam

  9. Makna yang sungguh mendalam. Mencari bentuk ke dalam diri untuk menemukan pribadi yang hakiki.

    ******lj*******

    betul,pak Rafki.
    walau jln yg hrs dilalui terjal dan mendaki.

  10. Berbicara masalah kata – kata indah memang tiada habisnya! Sebagai ungkapan keadaan dalam diri juga bisa dituangkan dalam puisi! aku juga sering melakukannya

    ******lj******
    mari sama2 kita melakukanya,mas

  11. Ooo, berarti ayah sampeyan suka suka menulis sajak dan puisi ya, Mas.
    Pantesan sampeyan juga pinter. Rupanya bakat ini menurun dari orang tua.

    Terus belajar mas, biar menjadi penulis sajak terkenal.
    Aku dukung. Hehehe…

    **********lj*********

    hahahahaha..
    kalau utk menjadi penulis sajak terkenal tidaklah.
    saya hanya seorang penyair kecil yg sedang mencari bentuknya.

  12. sudah saia lakukan..tapi saia terlambat, hiks…

    hehehehe…
    tulisan yang menyentuh dan sangat rancak dalam untaian kata-kata…

    **********lj*********

    terima kasih,mas.
    senang rasanya sdh berkunjung kembali keblog ini.

  13. semua kata di dunia diciptakan untuk merangkai keindahan….

    tak akan pernah habis..
    ****lj****

    ya,tak akan pernah habis,mbak

  14. Dan sungguh terkadang hidup tak menjanjikan jiwa untuk tak diam dalam hening, kadang ia bergumam dalam hati, kadang ia melewati persednian tubuh dan kadang ia menjelma dikeheningan malam, lalu tak bersua lwt mulut, tp ia mengalir lwt jemari, lwt desahan…
    Selalu kulakukan hal yang sama di waktu gelap merajai,
    ia muncul menemani..
    hehe, knp y, emng plg enak nulis di waktu malam, saat semua org sdg melepas penat ..hmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s