Surat Terakhir dari Bapak

Anakku,
bapak menulis surat ini,bapakmu sedang menjahit sejuta nasib kita.
Nasib yang bapak jahit dengan peluh dan Doa.
karena layar harus tetap mengembang untuk mengarungi lautan pada kehidupan ini.

kepadamu,tole.
kamu sebagai anak tertua dari keempat adik-adikmu,jaga selalu mereka. Lindungi mereka dari dingin udara malam yang masuk dari celah-celah dinding rumah kita yang terbuat dari bilik bambu.
Dan bantu ibumu,untuk menuai benih padi dan jagung diladang dan sawah kita.
sawah dan ladang bukan milik kita,adalah milik Sang Pencipta. Maka pesan bapak padamu,jagalah alam semesta ini,karena Tuhan tidak suka umatnya berbuat kerusakan pada tanah bumiNYa.
walau kita hidup dengan berjuta nasib. Yakinlah semua akan berubah dengan kekuatan Doa dan kerja keras. Lalu,bagaimana kambing-kambing kita? Apa sudah tercukupi makanannya? Biarkan mereka makan dengan sepuas-puasnya,karena rumput hijau terhampar tumbuh dari kekuatan RahmatNya.

Dan,bila malam tiba.Jangan kau lupa untuk memberi selalu obat asma ibumu.
Nanti akan bapak bawa oleh-oleh dari kota,sehabis menjual hasil pertanian kita.
Tak apa untuk sementara kau pakai sepatu itu dulu,yang dimana sudah berlubang diujungnya.
mengejar cita-cita bukan dengan memakai sepatu mahal,le.
tetapi,memakai otak dan semangat belajarmu.
Jadilah kau orang yang selalu bersyukur,memang mudah diucapkan sangat sulit dalam pelaksanaannya,itulah perjuangan ahklak,le.

Le,kau akan mengantikan bapak kelak,menjaga ibu dan adik-adikmu. Serta mengurus sawah dan ladang kita.
Dan jangan pernah kau lewati tengah sunyi malamNya,untuk menghadapkan wajahmu pada wajahNya,
Shalat Tahajudlah selalu.Disana kau akan menemukan mata air cinta yang mengalir dari lembah hakikat dari inti sari mata air CintaNya.

Maaf,le.Surat ini bapak tulis tidak terlalu panjang.
karena mata bapak sudah tak sanggup lagi untuk menulis dibawah cahaya lampu pertromak.
kamukan tahu,sudah waktunya bapak memakai kacamata.
Nantilah bila sudah ada rejeki bapak akan membeli sebuah kacamata untuk mata bapak yang sudah mulai tak tajam pengelihatannya.
Sudah dulu yah,Le.
Jaga Ibu dan adik-adikmu.

Salam Cinta dan kasih,
bapak.

Pak,suratmu sudah tiba seiring dengan jasadmu.
Bocah itu menangis dari balik tubuh Ibunya.

Bapaknya mati tertikam oleh badik dari para bajingan kota,saat mempertahankan segenggam rejeki ditangannya.
Surat beramplop coklat itu belum sempat sang bapak untuk mengirimkanya pada kantor Pos.masih tersimpan didalam saku bajunya.

l a n g i t j i w a

24 thoughts on “Surat Terakhir dari Bapak

  1. Sepertinya ada yang lupa dituliskan sang bapak pd bagian akhir suratnya…

    PS.
    Le, engkau lelaki kelak sendiri.

    ********lj********

    terima kasih sdh mengingatkan kata2 utk yg terakhir itu,mas.

  2. Jadi inget Almarhum bapak nih. hiks … hiks …

    Semoga Allah memberikan tempat tebaik untuk bapak.
    ***********lj***********

    ayah saya juga sdh lama meninggalkan kami semua.

  3. Nasib bocah kecil itu menyedihkan….

    Tetapi aku yakin, suatu hari kelak bocah kecil itu dapat membuat bapaknya bangga. Menjadi pribadi yang kuat dan mandiri, berjuang tinggi untuk ibu dan adik-adiknya.

    *******lj*****

    dia pasti bisa!
    slmt dtg kembali di blog ini,mas.

  4. jadi pengin sowan ke bapak nih, soalnya jum’at kliwon kemarin aku lupa sowan…

    *************lj************

    kalau begitu segeralah,mas. pergi utk sowan ke bapak.

  5. dan di dalam saku perasaanku pun ada sebait doa untuk orang-orang seperti mereka, bang! selamat malam dan salam hangat selalu.

    *********lj**********

    blue,terima kasih atas doanya.
    dan salam hangat selalu buat kamu beserta keluarga.

  6. sesibuk apapun alhamdullilah saya bisa ngunjungi blog mas, selamat berkarya z deh mas

    **************lj************

    terima kasih sdh kembali berkunjung ke blog ini lagi,mas

  7. mohon doa untuk kesembuhan bapak saya di RS Karyadi semarang

    ***********lj***********

    Mas,sabar dan tabah yah.
    aku dan keluarga berdoa buat kesembuhan bapak mas Istanaku07.
    sekali lg yg sabar yah,mas.

  8. selamat idul fitri 1429H, mohon maaf lahir & bathin yaaa.. ^_^

    *********lj*********

    sama2,mas. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN 1429H

  9. wah aku nek dolan neng blog kang langit jiwa ” soul of sky” mesthi ngelu disik, menyibakkan makna dibalik kata, menyusun makna yang ada menjadi satu kessatuan yang utuh dan itu membuatku ngelu…..

    *************lj*************

    hahahahahahahaha..
    ya gak ah,mas.
    mudik tah mas?

  10. wah ini mirip kisah dari blog ressay tempo hari. tapi, suratnya dari sang anak. itu lebih tragis lagi…

    **********lj***********

    terima kasih atas infonya,mas.
    nanti sy coba ukt berkunjung ke blog Ressay.

  11. Tulisannya bagus Mas Langitjiwo. thanks

    Buat Istanaku07
    Saya turut berdoa semoga Bapak anda segera sembuh dan dapat merayakan Idul fitri bersama keluarga. Amien

    ***********lj***********

    terima kasih,mbak.

    iya,kita doakan agar bapak dari Istanaku07 lekas diberi kesembuhan.
    dan cepat berkumpul kembali dgn anak2,cucu,dan sanak keluarga.
    tetap tabah yah,mas.

  12. pie kang kabarnya???
    saya sedih lebaran bapak saya masih di RS,

    **********lj**********

    khbrku baik2 selalu,kang.
    aku dan keluarga mendoakan bapak mas yakhanu.lekas sembuh. tetap sabar,yah.kang.

  13. dia pasti bisa!
    slmt dtg kembali di blog ini,mas.

    ——-
    Jika tidak keberatan, saya ingin mengkoreksi tulisan diatas….
    Saya seorang perempuan, rasanya tak pantas dipanggi “mas” 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s