Rindu


foto by:Rarinda Prakasa

Bu,
rumah kami tak besar dan tak juga terlalu kecil
sederhana saja,tak ada yang mewah.
bila ibu ingin berkunjung kerumah kami
kami tunggu dengan senang hati.
karena sudah lima tahun ini ibu belum melihat cucu-cucu ibu kembali
dimana mereka sudah mulai lincah bermain
yang pertama perempuan,bu.
dan yang nomor dua laki-laki.

beberapa boneka dan mobil-mobilan
menghiasi pada kamar mereka
mengingatkan aku pada masa kecilku,saat aku menangis kencang untuk di belikan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu.
sekarang harga mainan sudah terlalu mahal,bu.
satu boneka yang paling bagus seharga gaji pejabat
mobil-mobilan yang paling bagus pun sudah tak mau kalah harganya
bu,aku rindu ayah.
saat aku dipangku olehnya tepat dibawah pohon mahoni dibelakang rumah
sambil aku dibuatknanya mobil-mobilan terbuat dari kulit jeruk. indah sekali.

Bu,
kami disini baik-baik saja.
foto ibu masih terpajang dengan baik pada dinding rumah kecil ini.
Bu,
lidah ini rindu dengan masakan ,ibu.
Sayur lodeh dengan tempe goreng,dan sambal terasi. itu ciri khas ibu membuat masakan kesukaan aku dan adik-adik saat itu.
Bu,
tidak usah ibu repot-repot membawa oleh-oleh
ibu,sehat selalu kami sudah begitu bahagia sekali.
Bu,
bila ibu sudah tiba disini
nanti kita sama-sama kemakam ayah.
Kakek,dari anak-anakku
saat mereka terlahir wajah kakeknya tak pernah mereka tahu.
Hanya fotonya terpajang disamping foto ibu.

Bu,
bila ibu mau,ibu tinggal dengan kami disini
merajut hari tua bersama cucu-cucu ibu.
Bu,
Di setiap malam pada kesunyiannya,
aku selalu merindukan ibu. Maka terciptalah tulisan ini dari jari-jemariku
bersama malam yang telah menjadikan jiwaku merindukan telaga mataair kasihmu.
Dan malam ini senyum ibu hadir pada langit-langit jiwaku

Tiga puluh tahun yang lampau,kau belai rambut ikalku dengan tangan kecilmu
membelai malam,membelai diriku hingga aku terlelap tidur pada pangkuan tubuhmu
kau angkat aku pada ranjang tidurku.
Lalu,bersama mata bulan ibu menjagaku hingga fajar tiba.
Nak,hari ini,kehidupan yang baru telah dimulai kembali.
Berdoalah,nak.

Bu,
kata-kataku sudah tak ada,yang ada hanya kata-kata jiwa yang terucap dari rasaku
terimalah,bu. rasa jiwaku pada hamparan rasa jiwamu
karena kata-kata jiwaku sudah mengalir dan menghujam dengan keras pada kerinduan kita dimalam ini.
Yah,kata-kata jiwa kita akan terbaca dengan sangat jelas pada hati kita masing-masing,bu.
Dengan Bahasa Qalbu kita melepas rindu.


l a n g i t j i w a

32 thoughts on “Rindu

  1. Semoga ibu selalu sehat. Bertemu kembali dengan anak-cucu yang merindukan.

    ***********lj**********

    maaf,baru bisa saya membalas komen pak suhadi,dikarenakan ada sesuatu yg hrs diselesaikan.
    dan baru mlm ini kembali saya bisa berinteraksi dgn bpk dan tmn2 di dunia maya ini.
    salamku

  2. ahh, aku jadi teringat pula ibuku …….., oh ibu, aku merindukanmu ……
    semoga engkau selalu dalam lindunganNya.

    *********lj********

    ibu,tak akan pernah habis kita mengenangnya,menulisnya pd lembaran kertas puith kita ini,dan tak akan pernah habis pd ingatan hati kita,tak akan pernah.

  3. saya langsung nangis melihat gambarnya..
    ingat ibu mertua saya..
    dan saya semakin menangis membaca isinya…
    terima kasih sudah menulisnya…

    **********lj********

    dan terima kasih sekali sdh berkunjung keblog ini lg,mbak may.

  4. secara fisik ibu saya sudah dimakamkan. jadi, hanya sebagian dari dirinya yg selalu tinggal bersama saya.

    ************lj**************

    memang rasa itu tak akan pernah hilang,mas

  5. hasil jepretannya mantep banget……, juga foto-foto yang lain…..
    sae pisan !

    *********lj**********

    iya,berbicara sekali hasil jepretan dari R. Prakasa ini.

  6. Wow!!! Fotonya dahsyat betul! Keren! Apalagi setelah ditingkahi sajak itu. Sempurna!

    ********lj********

    hallo,kang.
    makasih udh berkunjungkembali di blog ini.
    iya,bercerita sekali hasil foto dari R. Prakasa ini

  7. mantabbbsss…gambar dan rentetan kata-katanya…

    ibu..tak tergantikan…
    ******lj******

    iya,ibu selalu tak akan pernah habis utk diceritakan atau dengan apapun.

  8. aduh fotonya bagus banget .. ajarin dong
    doaku untuk ibuk2 semoga tetep menjadi ibu terbaik bagi suami, anak, dan orang2 di sekitarnya ameeeeeeen

    *************lj***********

    hehehehe..
    minta ajarin sama mas R. Prakasa yach.krn itu hasil karya dari beliau.

  9. Om, yang kaya begini apa juga bisa disebut puisi? Bagi Anthin yg ginian ini mudah dingarti dan tak kalah indah dengan puisi Om yang lain. Kayaknya Anthin bisa deh buat yang kaya gini …tuh, di blog gw…cuma ya ..keindahan dan maknanya kali yang masih dangkal! Yg penting Anthin udah coba berbuat spt nasihat Om …harus pake perasaan mendalam! Anthin http://teensdreams.wordpress.com

    *********lj*********

    teruslah menulis,dek.
    saya juga msh dlm pencarian bentuk.
    mari sama2 kita berkarya.
    tetap semangat yach
    salamku

  10. Ping balik: Blog Ini Meraih 2 Award | Edi Psw's Weblog

  11. Saya dekat sekali dengan mama, gak terbayang bagaimana suatu hari nanti saya berpisah dengan beliau….

    ***********lj********

    sudahlah,mas.
    birakan waktu saat ini kita sykuri,dan biarkanlah waktu yg akan datang hanya Tuhan yg tahu.
    nikmatilah,mas.

  12. kang saya jadi inget ibu saya…
    maafkan aku ma..
    MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AKU SAYANG EMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    ***********lj************

    saya pun begitu,mas.

  13. Fotonya ko’ uniq-uniq yaa pencahayaannya bikin suasana hati berbaur disana hehe…
    Ibu di ajak bersama aja, kasian kalo tinggal sendirian.😀

    ************lj*************

    hehehe…
    mbak Rita koq tahu sich,bila ibu sy sedang menuju rumah kecil tempat tinggalku ini

  14. kerinduan itulah yg telah memperkosa perasaan ku pada malam malam yg sepi ini bang.pada cahaya kasih yg ada disembaran langit langit bayangan orang orang yg ku sayangi. selamat malam dan salamhangat selalu bang.

  15. Hatimu besar, jernih dan teguh
    Pikiranmu menorehkan pahatan cemerlangnya kebaikan
    Bercahaya dan menerangi seperti emas berlian
    Kemanapun tetap bersinar
    meski dalam semak bahkan dalm lumpur
    akan terasa dan terlihat kamu langitjiwa menyatakannya.
    Sukses selalu. sahabatku meski belum perna jumpa.

  16. Tulisan ini bener² membuat saya terenyuh, bangga sekaligus rindu untuk pulang kampoeng bersama orang tua dan saudara² tercinta.
    Nggak sabar untuk segera mudik dan lebaran di rumah…

    [Salam kenal…]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s