Coretanku

hai…,neng!
sudah larut malam,belumkah kamu pulang?
si upik menunggumu,di depan pintu pengharapan.
sudah berapa yang kau dapat malam ini.
tak cukupkah dengan tamu yang datang malam ini
jangan kau biarkan tubuh indahmu di grogoti oleh angin malam
biarkan para pencari nikmat birahi malam ini untuk belajar tirakat,
untuk menahan hasrat mengila.

pulanglah,neng!

rebahkan dirimu,nikmati malam istirahatmu
dan,
bermimpilah dengan indah
biarkan dirimu bermain dengan mimpi-mimpi itu,
jadikan sebuah sketsa didalam ruang mimpimu
untuk kau ciptakan sebuah kisah hidup
dimana kau dan aku sebagian dari skenario cerita yang panjang,
dan kita tak tahu dimana akan berakhir cerita ini.
sudahlah,neng!?
malam semakin larut,sebentar lagi subuh tiba
dimana suara azan akan dilantunkan oleh para kekasih Tuhan.
rokok’ku sudah mulai habis
aku pamit dulu,
selamat malam,neng!
salam buat si upik di rumah,
salam manis dariku.

*warung kopi semampir .feb.2008.

Iklan

17 thoughts on “Coretanku

  1. Biasa, ada lemburan nih. airnya baru kurebus hihi.

    ***********lj**********

    selamat berlembur ria yach,mas
    hehe..awas sering2 dilihat pancinya,nanti kering,mas

  2. “biarkan para pencari nikmat birahi malam ini untuk belajar tirakat,
    untuk menahan hasrat mengila.”

    Atau si Neng lagi ngajari mereka tirakat 🙂

    ********lj********

    kalau melihatnya dgn jeli,iya,mas

  3. Si Neng lagi ngejar setoran mas, soalnya bentar lagi puasa 🙂

    *******lj********

    hahahaha..
    oh iya sbntr lagi sdh mau bulan puasa ya,mas
    slmt datang kembali diblogku,mas

  4. mas ndra, cranya bikin halaman tersendiri di blogspot gimana yak

    ***********lj***********

    waduh,mas
    aku juga lupa2 ingat lagi,mas
    coba dech,mas. cari di paman google
    sekali lagi maaf yach,mas

  5. Ztttt…, istirahat sejenak. Rasakan dahsyatnya PENCERAHAN dari buku MUSLIMONOT di blog kami. Ayo mampir dulu!

    ************lj***********

    okay,aku segera mampri kesana,mas. meluncur

  6. pada akhirnya, mereka yang sesat, hilang sementara akan kembali pada Gembala yang setia menyelamatkan domba-dombaNya. si Neng juga akan tersadar setelah mendengar lantunan azan subuh, karena hidup baru harus dimulai.
    bukankah demikian??

    *************lj************

    betul sekali itu om Sum
    matur suwun sdh sering dtg keblog aku lagi om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s