Berkelahi dengan rasa jiwaku

Didalam ruang kata,
ditikamnya jiwaku
merobek hatiku.
membuat aku tersungkur pada kesunyian malam
terhempas aku pada lorong kegelapan
lalu,
aku pun hilang
ditelan oleh sang waktu…

***lj***

Laki-laki bertubuh kecil itu menghisap rokoknya dalam-dalam.sedalam perenungannya pada malam sepi ini.
dia tak bisa berbuat apa-apa.kelu pada hati,terbakar rasa jiwanya.
“hai,kegelisahan yang membakar rasa pada diriku,yang meluluh lantakan jiwaku dan merobek-robek hatiku.
membawa aku pada lautan merah yang telah menjadikan aku gila!”
Mengila mencari makna pada hidup yang semakin hari semakin ia berlari jauh dari diriku.”

sudahlah,biarkan berpuluh mata malam memandang aku sebagai orang gila,karena untuk mengetahui hakikat kesunyian pada jiwa harus menjadi gila dulu agar kelak nanti tak menjadi orang yang angkuh,congkak,dan tinggi hati.
Mengila pada lautan ilmuMu,tak apa.
karena dengan menjadi aku gila aku menjadi tahu bahwa Engkau tak jauh dariku.
kanjeng Rasul bersabda, Allah itu tak jauh dari urat lehermu,Ia begitu sangat dekat.”
Dia begitu sangat dekat denganku,hanya saja aku yang tak bisa menangkap getar-getar cahayaNya,dimana denganya ia menyelimuti pada jiwaku ini.

Oh,malam yang mengila,mengila pada lautan sepimu
berlari kesana kemari.menabrak apa saja yang ada dihadapanku bagai babi celeng.
kutendang,kutikam.kusayat,kurobek-robek kegelisahan yang mengejekku,Dia tertawa terbahak-bahak memecah kesunyian malam,bergetar keras gendang telingaku,membakar membran jiwaku.Dimana,dimana hatiku,hatiku…oh hatiku ia telah tenggelam pada dasar samudera kegelisahan.
malam ini jiwa dan hatiku telah diterkamnya,dibawanya lari,dengan secepat kilat ia menghilang menebus gelap malam bagai bayangan dengan seribu wajah.

Wajahnya tampak ada dimana-mana,didepanku ia menjelma beribu-ribu mulut dengan senyuman sinis dan hendak meludahiku,takkala aku menoleh kekiri ia menjelma menjadi wajah seorang gadis cantik dimana sorot matanya penuh dengan gelora nafsu birahi,ah! tak ada sehelai benang pun yang menyelimuti tubuhnya,kuning langsat warna kulitnya,silau! mengoda nafsu kejantananku.
Cepatku,menoleh kekanan ia telah menjelma seorang pertapa Sufi dengan senyumnya yang menyejukan rasa jiwaku,ia berkata ; ” hai,anak muda inilah jalan menuju Cahaya dan CintaNya. Ikutilah petunjuknya dengan benar,maka akan membawamu pada sebuah jalan menuju pada lembah hakikat CintaNya.segeralah.”
Begitu aku berusaha untuk menoleh kebelakang tubuhku,sebuah suara menghardikku dengan keras,” Sudahlah! cepat sana kau siram jasadmu itu dengan air doa,agar kotoran-kotoran yang melekat pada jiwa pancainderamu itu hilang.”

“Bagaimana kau ingin mengungkapkan kata-kata yang ada didalam rasa
jiwamu bila kau masih terselimuti oleh pancaran cahaya berwarna abu-abu,yang telah menjadikan dirimu berkumbang pada telaga rasa kegelisahan.
kata-kata pun tak bercahaya,remang,redup dan hilang.
yang tertinggal hanya kata-kata kosong,tak bermakna.
Mengali hakikat kata-kata,bagai kau seorang pertapa yang berdiam diri pada hutan belantara,mencari sebuah makna dan arti dari kesejatian kehidupan.”

Dan,biarkan dengan kata-katamu itu menulislah tentang apa saja,menulislah dengan rasa jiwa dan hatimu. sampai dimana akhirnya kau melipat bumi ini dengan kata-kata yang tercipta dari lembah rasa jiwamu!
lalu,Biarkan orang menyebutmu orang gila!
hahahahahahahahahahahaha……………….

l a n g i t j i w a

15 thoughts on “Berkelahi dengan rasa jiwaku

  1. Ada yang ngomongin mas orang gila?

    *lihat kiri kanan dengan mata menyipit*

    ********lj********

    hahahahaha…
    tidak,tidak ada koq yg bilang saya orang gila
    hahahahahahaha..
    hanya edan saja,hahaha sama juga yach?hahaha….

  2. Biarlah orang gila menjadi gila karena kegilaanya, dan karena kegilaannya orang menjadi gila diantara orang sekumpulan orang gila.dan berbahagialah menjadi orang gila.

    ***************lj**************

    hidup gila! hahahahaha……..

  3. Purdhi E Chandra, bos Prima Gama, punya kiat khusus:” CARA ORANG GILA MENJADI KAYA”. So kita tak perlu malu dibilang GILA. Dengan keGILAan kita, mugkin kita akan menjadi lebih baik, dari pada mereka yang ngaku waras, tapi sikap dan perilakunya justru lebig GILA.
    Jalan terus.

    ***********lj************

    hallo Om,pha kbr?
    udh bisa dimasukn ke googlenya?
    iya nich,om. aku mau gila! hahahahahahahaha…

  4. puisi ini bagus untuk dipentaskan, saya dah bisa membayangkannya, penyampaian pesan religi dibungkus dengan kegelisahan dan terpecahnya konsentrasi si tokoh
    🙂
    salut

    *************lj*************

    terima kasih,mbak yella
    sdh berkunjung keblog aku lagi

    salamku

  5. @om bertus: saya setuju… saya pernah dibilang gila karena apa aja saya tulis katanya bikin orang menerawang dan itu dianggap gila …

    Jadi bertanya “yang gila siapa yah?”

    ***********lj**********

    kalau aku yg gila kenapa? hahahahaha….

  6. ketika akal seseorang melebihi daya pikir manusia lainnya adalah idiom gila menjadi stempel , dan waktu khan menjawab sebuah makna arti yang hakiki.

    ************lj************

    betul itu,pak.
    maka carilah pada dasar samudera hakikat IlmuNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s