Pesan Singkat dari Ibuku

saya kaget sekali ketika ada getaran terasa pada pinggang saya,
itu menandakan ada telepon atau pesan singkat yang masuk pada handphoneku
lalu saya melihatnya,oh,itu pesan singkat dari ibu saya yang tinggal di bekasi.
bergetar hati saya ketika membaca pesan singkat dari ibu saya itu;

Rumput menjadi kering,
bunga menjadi layu,tetapi
firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.

Ibu

Aku pun membalas pesan singkat Ibu itu;

Kepada Ibu,
————–

Ibu,
Rumput akan menjadi hijau kembali
dan terbasahi oleh mata air dari langit
yang telah menjadikannya hujan.

Bunga-bunga pun tetap akan kembali ia mengembang
karena ia telah tersirami oleh permintaan doa kita
karena Tuhan tahu sudah saatnya yang kering terbasahi oleh air kehidupan,
yang layu sudah waktunya ia berkembang kembali
karena ia tersinari oleh cahaya sang cinta,matahari.
bersamanya berjuta bunga-bunga tersenyum,karena ia tahu Kasih Tuhan meliputi pada Alam SemestaNya.

Dan,seperti saat ini
di senja bulan Agustus
aku melihat senyum Tuhan
hadir bersama senyum Ibu.

paundra.

l a n g i t j i w a

21 thoughts on “Pesan Singkat dari Ibuku

  1. dan…..segalanya serasa gelap tuk kutumpangi bila abang tak menerangkan terus tulisan tulisan abang. selamat malam bang dan salam hangat selalu.

    ************lj*****************

    salam hangat selalu,blue.

  2. makin mantap, makin nendang tulisannya, mas. Btw numpang pasang info lagi ya mas;

    OOT:
    Bagaimanakah peran blogger dalam mengisi kemerdekaan RI??

    ikuti kontes #4 di blog saya. Siapapun boleh ikutan, gratisss…

    *********lj***********

    oke,aku langsung menuju ‘rumah’mu,mas

  3. Rumput menjadi kering,
    bunga menjadi layu.
    Artinya bahwa: manusia itu seperti rumput, tadi pagi segar, dan tak lama kemudian menjadi kering. Dan kemuliaanya seperti bunga rumput, sebentar terlihat sebentar lenyap.
    Jika rumput sudah menjadi kering, dan bunga sudah menjadi layu, tidak mungkin lagi akan ditegakan.
    Tinggal menunggu api. Karena sudah tidak berguna lagi.

    Betul gk ya he he he… mencoba menjiwai sebuah puisi

  4. Firman Tuhan bagaikan sumber air yang tak pernah kering,
    dariNya kita akan mendapatkan kehidupan abadi,
    karenanya jangan biarkan “hidup” kita kering dari FirmanNya,
    agar kehidupan kita tidak menjadi layu,
    tetapi beroleh kehidupan abadi di sampingNya.

    konon, begitu katanya………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s