Menangislah..

lantunan ayat-ayat suci itu telah meluluh lantakan jiwa dan hatimu
Dengan suara jiwanya seorang pejalan cinta telah membuat kau tersungkur,terjatuh,dan kau berusaha untuk menahan batu-batu dosamu.
Kau jatuh bersama gelombang suara jiwa sang pejalan cinta yang ia kumandangkan
pada malam bertabur cahaya Cinta.

kau tersungkur mencoba untuk menahan tubuhmu itu pada kedua lututmu
pada akhirnya kau terjatuh,terjatuh bersimpuh pada tanah bumi.
Ketika lantunan ayat-ayat suci membahanakan AllahuAkbar
Terbakar,terbakar! habis kotoran jiwa dan Qalbmu.

Menangis! kau menangis!?

Menangislah,kau!
Bersama malam pada kesunyian jiwamu
Biarkan airmatamu mengalir bersama doa-doa tobatmu.

Dan biarkan sang pejalan cinta kembali mengembara pada samudera hakikat kehidupan
dimana ia akan berdiam diri bersama cahaya CintaNya.

Dan bawalah dalam dekapan rasa jiwamu
lantunan ayat-ayat suciNya
Dimana sang pejalan cinta telah melantunkannya pada malam ini.

rasakan,merasai,merasakan,
pada jiwa dan qalbmu.
sampai ayat-ayat suciNya menghujam pada keakuanmu
bahwa kau adalah sang pendosa.
yang kembali untuk pulang menuju cahaya cintaNya!

l a n g i t j i w a

11 thoughts on “Menangislah..

  1. Menangislah bila harus menangis, kerena kita semua manusia… (niruin lagu) hehehe

    ****************lj****************

    ini,kang. aku saputangannya,hehehe…

  2. eka pratiwi juga menangis melihat blognya langitjiwa karena iri warna hitam yang yang tegas dengan pilihan grafis sangat serasi. kalo boleh mereka-reka langit jiwa punya jiwa yang tegas. tegas dengan segala kebijakannya

    ******************lj*****************

    waduh,gak juga tuh mbak Eka.

  3. malam ini mungkin ku akan menangis…
    bersujud di sajadah butut itu…

    Kang… lama ga ngobrol ya ?
    maaf lho, waktu kemaren kang langit online, saya pas sign out.. 😦

    **************lj*************

    iya,sdh lama sekali bunda.
    bagaimana kbrnya si’kaka.

  4. weh header nya ganti keren eui.. hehehehe… eh tulisan nya juga top..

    ***************lj*****************

    terimakasih,mbak Ulan
    senang rasanya sdh berkunjung kembali ke blog langitjiwa

  5. Betul pak jiwa, sang pendosa itu adalah aku yaitu keakuan yang mengaku-aku. Maka jauhkanlah aku dari “AKU” sang pendosa.

    ****************lj************

    hahahahaha…….
    wah,kata-kata sampean penuh dgn kata-kata yang mengandung inti sari Hakikat kata-kata,mas Laporan.

  6. puisinya sangat menyentuh jiwa…teruslah menulis semoga bermanfaat buat hati yang tertutup oleh kegelapan….

    **************lj****************

    terima kasih atas dorongan semangatnya mbak Duan.
    senang rasanya sdh berkunjung kembali ke blog langitjiwa ini.

  7. itulah kesedihan yg mendalam yg ku nikmati setengah malam yg lalu bang. jiwaku telah menari di angan kesedihan. gimana cabarnya bang. Maaf! aku lama tak menyapa. and about tulisan yg ini sedikit menyentil tangisku.

    ****************lj****************

    sekarang apa kau masih bersedih,blue?

  8. Di setiap waktu itu ingin kumenangis, tapi dosa masih menghalangiku untuk dikabulkan atas setiap do’a dan lafal ayat-ayat.

    ****************lj******************

    kalau begitu mari kita bersama mandi suci utk menghilangkan kotoran2 yg melekat pd jiwa pancaindera kita,bang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s