Gendis,

pukul satu malam,
masih kau bercengkrama pada ruang katamu,
kalau kau ijinkan,
biarkan aku menjadi mata bulan yang selalu menerangi kata-kata sajakmu
setelah itu biarkan aku untuk membacanya dengan rasa pada jiwa dan hatiku,
hingga jiwa dan hatiku menuju pada lembah hakekat kata-katamu!

l a n g i t j i w a

Iklan

4 thoughts on “Gendis,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s