Sajak Joko Pinurbo

*Pemulung Kecil*

Tengah malam pemulung kecil itu datang
memungut barang-barang yang berserakan
di lantai rumah: onggokan sepi,pecahan bulan,
bangkai celana,bekas nasib,kepingan mimpi.

Sesekali ia bercanda juga:
” Jaman susah begini,siapa suruh jadi penyair?
Sudah hampir pagi masih juga sibuk melamun.
Lebih enak jadi teman penyair.”

Dikumpulkannya pula rongsokan kata
yang telah tercampur dengan limbah waktu.
Aku terhenyak: ” Hai,jangan kau ambil itu.
Itu jatahku. Aku kan pemulung juga.”

Kemudian ia pergi dan masuk ke relung tidurku.

2006

( sajak ini aku sadur dari kumpulan Puisi Joko Pinurbo.Kepada Cium
penerbit Gramedia Pustaka)

10 thoughts on “Sajak Joko Pinurbo

  1. Tanpa kita sadari sebenarnya orang yang berprofesi pemulung mengumpulkan uang lebih banyak daripada orang yang kerja di pabrik. Khususnya untuk Batam, berdasarkan pengamatan saya dan sharing dengan pemulung yang ada di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s