Luka

511047941_f5a29fdfab.jpg

mau apa

gila dalam kamar

menjerit

jatuh

diam.

terbasahi hati

dengan tinta hitam.

pekat.

gelap.

Hai! malam!

Bawa itu sinar bulan.

untuk menerangi

Jiwa ternoda.

Tinta gila

Pada malam ini.

*mendung.feb.07.

langitjiwa

9 thoughts on “Luka

  1. HEBATTTTTTTTTTTTTTTTT……. setulus nyawa dari kehidupan kalimatku pasti kan ku pertahankan agar tetap bernyawa. Makasih bang telah memberi karya indah bagi kita kita. jangan kaya si dobleh. kasihan meluluuuuuuuuuu

    *****************lj******************

    hahahahaha..sama2,mas.
    lalu? kenapa emang mas dobleh itu?

  2. frustasi
    bunuh diri

    ***********lj**********

    tidak harus bunuh diri juga koq,mas.hehehe…
    salam kenal dariku langitjiwa dan terima kasih sdh berkunjung ke blog langitjiwa ini.

    salamku.

  3. Apakah luka bisa diobati dengan terangnya sinar bulan? Bukankah sinar bulan hanya sementara sifatnya dan akan segera digantikan oleh sinar mentari yang kecemerlangannya jauh melampaui sinar sang rembulan?

    ******************lj****************

    hahahahahaha..btl itu,Pak Rafki.

    slmt malam dariku,pak.

  4. ada masanya buat merasa gila…

    btw… gambarnya keren!!!

    pilu…

    **************lj*************

    hai,neng Nata.
    iya hrs gila dulu…,hahahahahaha

  5. gila yang mendatangkan luka…apa luka yang menjadikan gila??????…..tambah bagus aja nih dra karya2nya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s