Mengingat Kematian

Membaui tanah basahMu yang telah tersirami oleh hujan dariMu.
Mengingatkan aku pada tubuh kecilku ini.
Suatu waktu nanti ia akan terbaring jua,
bersama sepi yang tak berujung
karena Ruh telah mengucapkan; ” Selamat tinggal kefanaan.”

Sedangkan Tubuh kecil menjadi tulang
lambat laun ia akan hilang melebur pada tanah merahMU.
sementara sang Ruh menari-nari dan bernyanyi,
Sambil melantunkan lagu Cinta ;

Yaa Huwa
Yaa Rahman
Yaa Rahim
Duhai Kekasihku,aku menuju pada Alam Keabadaian CintaMU.

langitjiwa

9 thoughts on “Mengingat Kematian

  1. Tawa tangis
    tinggal bayang
    kau dipikul dan di kubur
    Tuhan yang begitu dekat kata Abdul Hadi WM
    Bagaikan Api dengan panas
    kita panas dalam apinya
    Tuhan begitu dekat
    bagaikan kain dengan kapas aku kapas dalam apimu

  2. kematian tak perlu diingat. dan tak perlu di bayangkan. karena bagaimanapun juga dia akan datang pada diri kita masing-masing dengan caranya masing-masing pula.

    makasih karena telah mampir di gubugku.

  3. kematian adalah satu fase / pintu untuk melangkah pada pengembaraan berikutnya, untuk itu perbanyaklah bekal yang dapat kamu bawa pada pengembaraan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s