Bangkitnya Kesadaran Jiwa Seorang Sahabat ( Tamat )

Perjalanan itu terserah dari mana kau ingin memulainya,karena pada akhirnya pada satu titik tujuan pula kau akan sampai.Walau jalan yang kau lalui penuh luka dan juang.
Jalan itu terbentang luas antara Timur dan Barat,mata angin tak akan pernah berubah! Tapi,layar bisa kau kembangkan dan ubah pada kemudi kapal jiwamu.
Berlayarlah,berlayarlah…
Menuju samudera hakikat kehidupan

Hanya dengan kekuatan hati yang ada didalam dasar hatimu itu,yang bisa membawamu mengarungi samuderanya,lalu kau akan berlabuh pada menuju cahaya kehidupanitu. Karena selama ini kekuatan itu hilang dan terbang melayang-layang,bagai seekor burung rajawali terbang mencari cari sangkarnya untuk kembali ia pulang.

kekuatan itu akan tercipta pada rasa kesadaran yang ada pada dirimu,bakar!bakar! saja dengan api yang datang dari kekuatan tekad dan doa!
Biarkan rasa kesadaran itu terbangun dan bangkit dari tidur panjang yang begitu melelahkan jiwa dan hatimu.Dia akan datang menghujam,menikam,membakar.meledakannya dan meluluh lantakan segala keinginan-keinginan yang kau sebut ia dengan rasa sakau itu.

Akan di buatnya kau meronta,berteriak membelah cakrawala angkasa luas, dan berlari-lari dengan ketelanjangan pada jiwamu,kepalamu akan seperti sebuah batu yang kau bentur-benturkan pada dinding-dinding kamar,darah yang akan mengalir,mengalir bersama darah-darah hitam yang ternoda.
Compang camping dirimu bagai orang gila yang sudah terlepas dari cahayanya,bagai bangkai kau berjalan pada tanah bumi.
Mata cekung,tatapan kosong,jiwa melayang,tubuh terbalut kulit,pudar sudah cahaya itu,cahaya jiwamu

Waktu yang akan berbicara pada saatnya,perjuangan dirimu yang akan menjawab segala berjuta-juta teka teki yang selama ini terselubungi pada jiwamu. dimana ia terselubungi oleh kegilaan jiwa yang membuat dirimu menjadi budaknya.
Aku,aku sahabatmu bukan seorang Nabi,aku menyadari ,aku manusia yang dengan segala kekuranganya. Dan apa aku salah bila aku ingin membangkitkan semangat dirimu yang selama ini telah lama ia terbang melayang-layang bagai seekor burung tanpa sangkar?Dimana sangkar itu bagai rumah bagi jiwamu.sebuah sangkar yang tak terkukung oleh cahaya kegelapan,sangkar yang bercahaya yang terpancar dari dalamnya dimana cahaya itu tercipta dari kesadaran dirimu,diterangi oleh cahaya jiwa yang baru. Dan,kau akan bebas untuk memasukinya dan keluar untuk terbang,melayang menikmati kehidupan yang hakiki. Dan dimana kau kembali pulang akan tahu dan tepat letak pintu itu,untuk kau memasukinya kembali,dimana di dalamnya mengalir air kesejukan jiwa.
Karena bila ia gelap,kau tak akan pernah tahu dimana letak pintu itu berada!
dan didalamnya hanya hawa panas yang akan membakar habis jiwamu.Lalu,menjadikan dirimu abu.Tertiup oleh sang angin dan hilang dengan sekejap,tanpa ada pernah bekasnya……

Dan,aku ingin kau dan aku selalu bersama-sama dalam duka dan suka,saling mengisi,saling memberi,walau aku tak bisa memberimu apa-apa. Hanya dengan kata-kata ini yang aku bisa berbagi denganmu,dia akan lebih berharga daripada harta kekayaan yang kau miliki,dengan rumah mewahmu dengan segala kekayaan harta bendamu.

Tak terasa sudah dua jam aku di depan komputer ini,lalu
jam dinding kamarku sudah menunjukan tepat jam lima subuh.Sebentar lagi kau akan tiba di kota Surabaya ini,sobat.

kupacu sepeda motorku menembus gelap malam jalan ahmad Yani,terus kupacu laju sepeda motorku.
Jl.Basuki Rahmat telah aku lalui,tak lama aku akan tiba di stasiun Pasar Turi.
akhirnya,aku tiba juga di Stasiun Pasar Turi ini,cepat kuparkir sepeda motorku pada sebuah warung angkringan,tempat kita biasa melepas malam untuk menikmati malamnya kota surabaya ini,warung tempat Cak Die.

Segelas kopi satu batang rokok kretek,menemaniku dimana sebentar lagi kau akan tiba pagi ini.

“ngit!”
“ngit!”
Suara itu aku hapal benar,oh..! akhirnya kau tiba,sobat.
Mataku menatap tepat pada wajahmu,tak berkedip.
Cahaya itu,cahaya itu
pada akhirnya menyala-nyala
dan menari-nari pada langit-langit kedua mataku.
Jiwa baru terlahir sudah dimana melalui perjuangan yang tak begitu mudah.
Selamat Datang,sobat!
Selamat datang kembali pada sangkar jiwamu yang baru
dimana didalamnya mengalir air-air kesejukan jiwa.
yang akan selalu mengaliri telaga jiwamu pada setiap langkah kakimu menuju pelabuhan Cahaya kehidupan yang hakiki.

Mata merah
Jiwa melayang
tatapan kosong
hati hampa
terbawa asap setan

( Tulisan ini aku dedekasin buat seorang sahabatku Agus Cibo yang dimana akhirnya kau terbebas dari dunia narkoba. 10 tahun kau berkecimpung didalamnya hingga pada akhirnya kau lelah,lelah bermain-main dengannya ( narkoba ).Hingga hari ini ia hidup berbahagia dengan istri dan dua anaknya dan tinggal di jakarta.Dan langit jiwa masih tetap menjalin silaturahmi dengannya.Sory,tidak terasa airmataku jatuh,sobat! )

Catatan: Dimana ia terbebas dari ketergantungan zat-zat gila itu,tanpa mendatangi tempat-tempat rehabilitas pada ketergantungan Narkotika. Ia melaluinya dengan kekuatan Doa dan perjuangan bathinya sendiri. Dimana akhirnya sebuah sentilan tangan Tuhan mengetuk rasa kesadaran jiwanya,selamat!!!

langitjiwa

Iklan

11 thoughts on “Bangkitnya Kesadaran Jiwa Seorang Sahabat ( Tamat )

  1. waduh..persembahan yang luar biasa untuk seorang sahabat. Salamku buat sahabatnya yg telah berhasil bebas dari benda terkutuk itu… andaikan saja dia bisa menularkan semangatnya itu pada teman2 lainnya yang masih terjerat …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s