D’masiv

Bangsat!
kata-kata itu keluar dengan merah menyala bagai bola api yang dengan hebat menghantam tubuh kecilku ini. Begitu murka kau marah dan memerah darah raut wajah mungilmu.
Coba jangan kau emosi dulu,tarik nafas dan kau keluarkan dengan pelan-pelan. Itu bisa membantu kau tenang dan tak terbakar oleh api amarah dari dalam dirimu,nanti kau malah habis terbakar dan menjadikan dirimu abu lalu tertiup angin dan kau hilang bersama marah yang menyelimuti dirimu.

Laki-laki itu telah membuat aku semakin tak peduli lagi dengan yang namanya Cinta.
Oh! kenapa dengan cinta? tanyaku.
Cinta kadang membuat aku berbunga-bunga dengan wangi harumnya,lalu kadang ia berubah bentuk menjadi virus yang mematikan hatiku,dimana akhirnya membunuh perlahan-lahan perasaanku ini.

Terus,lanjutku.

Dengan kelima hurufnya, aku benar-benar dibuat berjuta rasa saat laki-laki itu mengatakan” aku cinta padamu.” walau aku tahu ia sedikit gombal. Karena kata-kata yang ia keluarkan tak ada Ruhnya pada kata Cinta itu,kata itu jadi semakin tak ada artinya karena tak ada ketulusan dari dalam jiwa laki-laki itu.

Oh,terus.

kenapa kau dari tadi hanya terus dan terus….
Ah! jadi aku harus bilang apa !?jawabku

cinta ini membunuhku…….

sepengal bait dari lagumu ( D’masiv ) telah membuat
seorang sahabatku benar-benar ia terkapar…………….

Doaku,semoga kau baik-baik saja malam ini,Yanti.

langitjiwa

7 thoughts on “D’masiv

  1. Ass.

    Kita menderita dan sengsara bukan karena mencintai sebenarnya. Tapi lebih kepada kita menggantungkan harapan dan sumber kebahagiaan itu kepada orang yang mencintai kita.

    Jadi makna cinta sejati bagi Sang Pecinta adalah ketika kita memberi apa yang bisa kita berikan, dan membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Maka dalam makna memberi dan membahagiakan itu posisi Sang Pecinta sangat kuat.

  2. GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    Sumpeh
    w kapok denger lagu d masiv
    lagunya tuh dalem 500000000 km deep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s