koran

baca koranmu,
hatiku menangis.
kenapa kekerasan masih ada pada setiap insan,
haruskah dengan tinju untuk berbicara kepada sesama anak negeri?

baca koran pagi ini
semua huruf
jatuh satu-satu
pada duka dan luka.

( sebuah coretan untuk mengenang 1 Juni di Silang Monas )

salam damai,langitjiwa

Iklan

11 thoughts on “koran

  1. Dulu…
    Lidah lebih tajam daripada sebilah pedang.
    Sekarang…
    Tinju lebih tajam daripada sebilah pedang.
    Hehehe…
    **********lj*********

    iya sekarang mudah sekali melayangkan tinju,haha..
    slmt datang kembalidi blog langitjiwa,mas.

  2. Kumpulkan huruf-huruf yang jatuh berserakan di lantai. Sapu dan buang ke tong sampah.

    ***********lj**********

    sampah pun sdh tak mau ia berbagi,kang. sdh begitu kelu juga ia

  3. Huruf-huruf itu membaca negeriku,
    Penulis-penulis itu ditulis negeriku,
    Jika kita bertemu walau beda kubu,
    dekatkan kedua bahu,
    Karena kau dan aku adalah satu

    ************lj*************

    lirik ini pelan tapi menghantam jidatku,sobat. mantap !!!

  4. setelah kubaca koran itu..
    lalu aku membaca hatiku..
    banyak yg kubaca,
    banyak yg kudapat,
    bnyk yg hrs dirubah..
    ”IQRA’ Bacalah..!
    AL Qur’an yg ada di dlm dadamu..!
    Krn ada teriakan suci dari Tuhanmu yg mgkn senantiasa kau abaikan walau kau tau”
    itulah suara teriakan itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s