Rabbiah

Wanita itu berkata,
aku adalah wanita yang merindukan Cahaya kasihNya.
agar menerangi jalan perjuangan diri.
dimana jalan terjal dan mendaki adalah perjuangan di tanah bumiNya.
Mencari di hening malam untuk mereguk setetes air surgaNya,
agar jiwa dan Qalb tak memberontak pada jalan CintaMU.
Karena tipu daya datang dari berjuta-juta nafsu menjelma menjadi iblis yang mengaliri peredaran darah,
lalu ia terhujam pada Qalb,dimana akhirnya terjatuh pada jurang lembah nista.

Aku Rabbiah,
mencari dan terus mencari hakikat kehidupan,
datang pada doa-doa tobat agar terkikis kotoran pada jiwa pancaindera.

Wanita itu terus bermujahadah dan menempa dirinya untuk mencapai pelabuhan cintaNya.
Mematikan diri sebelum ia mati dengan sejatinya kematian pada nafas kehidupannya,
mematikan segala keinginan yang bisa membawanya ia menjauh dari pusaran CintaNYa.
keinginan itu adalah nafsu-nafsu yang menjelma menjadi wajah-wajah Iblis yang mengerogoti hati.

Hitam pekat pada Qalbnya,akan menjadikan ia manusia pendusta pada cintaNYa.

Cahaya itu,cahaya CintaNya telah benar-benar menghujam intisari hatinya.Menembus tujuh lapisan hatinya lalu tertanam pada lembah Qalbnya.

wanita itu bersunyi sepi,melebur pada keheningan jiwa dan Qalb
terbang bersama lafadz-lafadz KeAgungan NamaNya.
Terbang melintas jagad raya untuk menuju alam JabarutNya.

Dan dimana akhirnya ia kembali pada Sang Cinta,
pada titik pusat KiblatNya,
dimana ia berdiam diri dipusaran Cahaya Cinta.

Sampai dimana akhirnya suara terompet sangkala membangunkan jiwa-jiwa terkubur pada tanah bumi.Untuk kembali pada tanah surga yang dijanjikan Oleh Sang Cinta.

Menari-nari para jiwa-jiwa
bermandi cahaya Cinta
tersenyum bahagai bersama amal kebaikan,
dimana hidup adalah perjuangan yang tak akan pernah habis untuk berperang melawan Iblis-Iblis yang menjelma menjadi nafsu-nafsu gila,yang dimana mengaliri peredaran darah anak cucu Adam,
sampai membawa mereka pada jalan yang dimana mereka tak akan pernah tahu untuk kembali pulang pada tanah surga yang di janjikan oleh Sang Cinta.

Aku Rabbiah,
kutulis ini bersama malam bertabur bintang-bintang
yang menerangi kamar kerinduanku.
kerinduan pada CintaNya.

wanita itu meletakkan pena dan lembaran kertas putihnya.
untuk kembali berlayar menuju Keagungan Cinta.

Sambil ia memeluk sajadah cintanya.
lalu dihamparkannya pada tanah bumi.
untuk kembali sembah sujud,
pada samudera Rahman dan RahimNya.

langitjiwa

Iklan

22 thoughts on “Rabbiah

  1. penggambaran yg bagus mas dari sufistik yg juga sangat terkenal.

    **********lj*********

    betul sekali itu Pak Zul.dimana menempa diri dgn laku lahir dan bathin benar2 totalitas beliau itu.

  2. Maaf…..apabila pertanyaan saya ini menyinggung : apakah ini sebuah pengakuan dan pertaubatan seorang perempuan ? yang berstatus (maaf) PSK ?

    ************lj************

    selamat datang diblog langitjiwa,mas Yoyo.
    oh..ini Rabbiah Al-Adawiyah beliau seorang sufi

  3. Saya paling suka bait puisi dari Rabiah yang berbunyi: Akan kusiram neraka dengan air di tangan kiriku dan ku bakar surga dengan api yang ada ditangan kananku (mungkin kurang lebih begitulah bunyinya). Sebab inilah ikhlas yang sebenarnya menurut saya. Ibadah yang dilakukan semata-mata ingin berkasih sayang dengan Sang Pencipta. Bukan harap dengan surga-Nya dan bukan takut karena neraka-Nya.

    ***************lj*************

    betul sekali Pak Rafki sebuah rasa iklas yg benar2 sampai pada lembah hakekat dan intisarinya, mujahadah lahir dan bathinnya begitu kuat dalam diri seorang Rabbiah ini.

  4. Subhanallah………….syair nan menggugah, menggugah kesadaran kita akan arti cinta sejati…..Cinta pada Sang Maha Pecinta……….

    ****************lj******************

    betul itu,mas Alex

  5. Salam kenal ya mas…Puisinya sangat bagus dan syarat akan makna.

    **********lj**********

    salamkenal kembali mas abrar dari langiitjiwa.
    dan terimaskaih sdh berkunjung ke blog ini

    salamku

  6. Puisi yang mencerahkan…
    Kehidupan Rabbiah Al-Adawiyah rasanya patut diteladani.

    Salam.

    *****************lj************

    betul mas,indahya bila diri sdh melebur pada cintaNya

  7. waduh, ternyata saya benar-benar faqir ilmu, baru ngeh, ternyata ini tentang Rabbiah Al-Adawiyah….., sebuah pencerahan, mohon maaf apabila pertanyaan pertama tadi kurang berkenan, terima kasih

    *************lj***************

    tidak apa-apa mas Yoyo,saya juga sering melakukan kesalahan baik yg di sengaja maupun tidak.
    sama-sama mas Yo.

  8. ketika sudah menyatakan cinta padaNYA
    maka surga dan neraka tak lagi bermakna
    pertemuan denganNYA
    tentu lebih dahsyat dari bukti syahadat kita

    *************lj***********

    betul sekali,kang.
    gmn keluarga di lembur,sehat2kan?

  9. makin lama, makin keren lah tulisan2 kang langit inih 🙂

    salamku kang…

    *dah lama juga tak bersua di YM* 🙂

    *************lj**************

    terima kasih,bunda.
    iya sdh lama gak bersua di YM.

  10. Cinta yang tak disertai dengan berbagai keinginan. Hmmm… Dahsyat!

    ************lj***************

    betul itu kang daniel,begitu hebat laku lahir dan bathinnya seorang Rabbiah

  11. Duh…Gusti,
    Andai Ibadah yang aku lakukan semata-mata mengharap SURGA-Mu, maka
    BAKARLAH aku dalam NERAKA-Mu.
    Andai Ibadah yang aku lakukan semata-mata karena TAKUT NERAKA-Mu, maka masukkanlah aku dalam NERAK-mu yang paling dalam.

    Illahi anta maksudi waridhoka Matlubi

  12. Hueeeeh..lah dalah..
    Blog iki ono PENUNGGUNE…selain kang Jiwo

    Ahhhg…
    Jangan-jangan Rabiah…Njagong neng Blog sampeyan Kang…

    Mundhuk-mundhuk….Salaman sama Penunggu sing NYAMARI…
    Salaman…salamun Qaulamirrobbir Rohim…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s