segelas kopi

Segelas kopi,
obat rindu pada bibirku.
Dua sendok gula,dua sendok bubuk kopimu.

Mengecap rasa.

Mereguk gelora rasa manis dan pahitmu.
menjadi satu kesatuan dimana akhirnya menjadi rasa nikmat.
mengalir…
Menelusuri tenggorokanku.
Dan akhirnya aku terkapar pada aromamu.

langitjiwa

5 thoughts on “segelas kopi

  1. Saya suka yang ini.
    Puisimu yang ini bagus sekali (bukan berarti yang lalu gak bagus!)
    Ini lebih bagus.
    (Walaupun aku tidak suka minum segelas kopi)

  2. keseimbangan hidup itulah yg sebenarnya ‘kita’ cari

    **
    dan bidadari itu berucap, kalau bisa kurangilah minum kopi, gantilah dengan susu, demi masa depanmu dan mgkn demi masa depan kita. dan sejak saat itu perlahan diriku meninggalkan kopi

    ***
    hayah masmoemet makin moemet’z aja🙄

  3. hidup manusia konon juga seperti adonan kopi mas langitjiwa. perpaduan antara rasa manis gula dan pahitnya kopi, ternyata menimbulkan kenikmatan dan kenyamanan tersendiri. ini artinya *halah sok tahu* hidup manusia merupakan perpaduan antara suka dan duka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s