ah!

Setelah kepergianmu,Reva.

kematian pada rindu telah menghujam bibir hatiku
coba berhenti aku untuk menulis tentangmu.
seketika itu juga bayanganmu melintas dengan cepat malam ini
pada tepian jiwaku.

ah!

langitjiwa

Iklan

9 thoughts on “ah!

  1. berarti berhenti bukan pilihan? ah… apa mau dikata kalau demikian…

    *********************lj*********************

    yah..! begitulah,mbak

  2. masa silam merupakan bagian dari dinamika hidup masa kini, masa kini akan memiliki pertautan dengan masa yang akan datang. semoga kerinduan kita terhadap dunia “langitjiwa” tdk akan pernah mati! salam kreatif!

    **********************lj************************

    terimakasih,pak.

  3. Ahhhg…Reva,

    engkau telah mengoyak dan mencabik-cabik JIWAKU,
    engkau telah mengirim mega mendung dan menutup ASAKU

    Sudahlah…Reva,
    Berhentilah membayangiku,
    Hanya kan membuat DUKA dan LARA JIWAKU

    Ahhhg…Reva,

    *********************lj********************

    ah! begitu dahsyatnya,Reva. Membuat sang Santri Gundul terkapar….

  4. bayangan siapa mas ??
    usir aja, kan gampang 😉

    ****************lj******************

    hahahaha…
    bayangannya dirimu,bang.
    hahaha………………….

  5. achhhhhhhh….
    begitu indah…..sampai ikut terseret rasanya hatiku ini….membayangkan…..RINDU itu telah mengalami kematian……sedihhhhhhhhhhhhhhhh

    *********************lj*************************

    tolong !
    jangan kau mati untuk hari ini!
    karena mata hati masih merindukan komentarmu.
    hahahaha……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s