Bawa aku kembali

mengembara jiwamu pada gelora nafsu membakar pada keakuanmu. Dimana akhirnya kau tak akan bisa menyerah pada Kuasa Sang ILahi.
Ini adalah jalan Cinta yang diberikan oleh cahaya KasihNya,cepat sebelum kau terlambat.
tak apa kau datang pada Sang pertapa dengan pakaian compang camping,bau dan sangat kotor pada dirimu.
karena segala yang kotor akan terkikis dan habis oleh pengharapanmu pada CintaNYa bersama air suci yang telah diberkahi oleh Doa-doa ampun.

setelah kau menempuh perjalanan dari barat ke timur pada bumi ini. Tibalah kau pada tanah merah dihamparan tanahnya yang lapang. Disisi kananmu suara berderit berpuluh batang-batang pohon bambu terkena sapuan angin senja ini.
Diujung matamu terlihat sungai Brantas mengalir membelah dusun yang kau pijak dengan dusun diseberang itu.
lama kau pandangi pedopo didepan kau berdiri. Menunggu sang tuan rumah keluar dari pintu kayu jati yang menatapmu tajam.

Burung-burung prenjak mengepakkan sayap mencari biji-bijian pada hamparan tanah merah ini.

Malam telah memainkan lagu sunyi pada hening jiwamu,mencoba sabar pada rasa hatimu. Tuan rumah belum menampakan jati dirinya.Masih ia didalam Doa-doa cintaNya.
sabarlah
sabarlah
matahatimu berbicara pada dirimu
tarik menarik didalamnya.
antara,sabar dan gelisah jiwa.
akhirnya dirimu terlelap menikmati malam,didalam surau keagungaNya.

Malam akan kembali pulang dimana sebentar lagi akan terganti oleh fajar menyinsing.
terdengar nyanyian memanggil untuk memulai pada doa-doa pada waktu shubuh. terlantun dari nyanyian para pejalan Cinta.
dan akhirnya Tuan rumah menampakan jati dirinya,
dengan sigap kau raih tangannya sambil kau cium dan kau membisikan kata-kata padanya,

ajari aku kembali untuk sebuah kata-kata doa.
sudah terlalu hitam mengumpal pada hati ini,bibir sudah tak terbiasa mengucap keagungan Sang Pencipta.
sudah terjatuh aku pada lembah hitam pekat dosa tercipta.
ajari aku kembali,
untuk memulai kata puja dan puji padaNya.
dimana nyanyian jiwaku sudah terlalu banyak nyanyian kematian.
melalang buana aku pada tanah hitam tak bertuan
ku’cari apa nama tanah hitam itu.
lalu iblis-iblis itu berbisik padaku,
” tanah hitam ini bernama:kegelapan!”
” kegelapan yang menyelimuti pada hati dan jiwamu,hai anak adam!”

wahai..! Sang pertapa !.ajari aku untuk kembali,
pada doa-doa CintaNya.
dimana aku ingin berdiam dan bertafakur pada lautan Rahman dan RahimNya.

Pagi ini setelah menunaikan shalat subuh,kau melangkah untuk sebuah pengharapan baru,pada kehidupanmu,cinta dan kasih.
Dimana anak yang hilang telah kembali pada jalanNya.

langitjiwa

3 thoughts on “Bawa aku kembali

  1. Sebuah ungkapan kerinduan yang sungguh sangat mendalam. Tersesat di perjalanan itu hal yang lumrah yang melekat pada manusia. Asalkan selalu ingat untuk kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s