kaiko


( by:Giant mitzy )

kaiko…,
masih lama aku sampai pada perjalanan ini. masih setengah rute dari surabaya-jakarta.
senja tiba tepat aku masih di tuban. sejenak aku untuk beristirahat melepaskan lelah.
kaiko,
senja sudah berganti malam,lampu bis yang membawaku menerangi jalan pantura ini,sesekali sang supir meliuk-liuk dengan lincah menembus gelapnya malam.

Kucoba untuk memejamkam kedua bola mata ini,masih saja ia berlari kesana kemari sesekali tersinari oleh sorotan lampu dari kendaraan yang berlawanan dengan bis malamku ini,kaiko.

Sudah aku menerima khabar dari telepon genggamku tadi pagi saat aku masih menuju tempat aku bekerja. Kau beri khabar berita tentang keadaan ayah dirumah sakit Carolus.

Kaiko,
Aku merasakan betul saat mendengar kau beri khabar itu. getar suara tertahan pada dirimu tak bisa aku pungkiri,bahwa ayahmu dalam keadaan kritis saat kata-kata terucap darimu.
Sosok ayah bagimu adalah seorang pejuang bagi kehidupanmu dimana tak mengenal lelah ia bekerja, membanting tulang untuk kamu dan adik-adikmu. Aku disini di jalan pantura ini menghaturkan beribu-ribu Doa pada ayahmu,kaiko.

Kanker itu memang sudah menyerang ayahmu,kaiko.
Berjuang ayahmu dengan semangat cinta kasih untuk bertahan dengan segala sejuta rasa nyeri.
Ibumu dengan ketegarannya selalu mendampingi ayahmu. Dimana sudah 2 bulan ayahmu terbaring.
Menghabisi hari-hari penuh duka dan suka,dinding bercat warna putih menjadi saksi ketabahan Ibumu dan adik-adikmu. Bila setiap pagi tiba ayahmu selalu menghadirkan secercah senyum terlihat dengan jelas lesung pipit itu dimana terwarisi pada lesung pipit yang ada pada dirimu,kaiko.

Hujan menemani malam sepi pada lorong-lorong saint Carolus.
masih terlihat kau menemani ayahmu.kau memijat pergelangan kakinya,terlihat habis sudah keadaan badan ayahmu.Dengan jari jemarimu sesekali kau mengelus dengan lembut pada rambut ayahmu,kaiko.

Pagi tiba di daerah Cikampek,kaiko.

masih aku terlelap tidur,tiba-tiba terdengar getaran suara dari telepon genggamku.
cepatku ambil dari balik jaketku.
Lalu…
terdengar isak tangis jiwamu merobek dasar hatiku.
Ayahmu telah berpulang keRumah Bapa.
Terdiam aku,tak bisa mengucapkan sepatah kata padamu,kaiko.
Karena airmata telah jatuh,
jatuh sepanjang jalan pantura ini.

masih tiga jam perjalanan menuju Rawamangun dari pintu tol Cikampek.
tunggu aku,kaiko.
aku akan tiba di Saint Carolus,
bersama hujan di bulan september ini.

langitjiwa

* sepanjang Pantura,
bayanganmu hadir bersama kilatan lampu-lampu jalan.
sepanjang Pantura,
bayanganmu hadir dan hilang.
dan bayanganmu kembali menari-nari
pada langitjiwaku. *

17 thoughts on “kaiko

  1. pilihan kata yang sederhana tapi mengena, menyentuh dan dahsyat.. aku paling seneng baris terakhir…
    bayanganmu kembali menari pada langitjiwaku

    *******************lj********************

    terimaksih,mbak ika

    senang sdh berkunjung keblog langitjiwa ini

    salamku

  2. Hm… saya selalu spechless untuk coretan2mu….
    jangan berhenti ya? 🙂
    *******************lj************************

    iya,mbak. terimakasih atas dorongan semangatnya.
    dan salam kenal dariku langitjiwa

  3. melongo saya, tertegun saya, menikmati tulisan yang sangat apik…
    ********************lj***********************

    waduh ! hati-hati,mas ah! nanti melongonya keterusan bisa bahaya nanti,hehehe..

  4. kisah dan cerita ini kan kubaca lagi di langit jiwaku

    ******************lj***********************

    terimakasih banyak,mas alex

  5. khasnya kang langit nih…
    kerennnnnnnnnn 😛

    ********************lj******************

    hehehe,bunda tau aja.
    kumaha damang,bunda?

  6. tulisan khas mas langitjiwa. enak, mengalir, dan suasananya benar-benar terasa.

    ***********************lj*************************

    terimakasih,bang zul.
    senang sdh berkunjung keblog langitjiwa lagi

  7. Acungkan jempol sebanyak2nya buat tulisannya, bagus dan ngena……..

    **********************lj***********************

    wah ! jgn gitu,mas indra.
    ini tulisan dibuatnya lagi kebeneran bagus aja,mas.
    hehehe.jadi GR nich,haha……….

  8. jd kangen bapakku, pdhal td pg br berantem lwt telp. 😦

    ****************lj********************

    hallo,mbak.
    senang rasanya mbak berkunjung lagi keblog ini
    gimana kucingnya?
    loh..! udh baikkan tapi dgn bapaknya?

  9. Hi langitjiwa,

    Thank you for your comment, your blog is very interested and I like to maintence the contact.

    I forward your comments

    JORDI

    **********************lj********************

    hi,jordi.

    thank you

    Lnagitjiwa

  10. sebuah lirik yang hidup… menari-nari dalam perjalanan menuju kematian… journey pisan euy!

    *******************lj*******************

    halah..,si akang mah. jadi era euy,ka ente.

  11. Ping balik: : Langit Jiwa « Rumah Qizink La Aziva

  12. Sudah lama saya ingin berlayar disepanjang pantura … dulu pernah tercipta mimpi untuk melewati bersama si dia, tapi mimpi itu pudar tak bernyawa lagi 🙂 ah sudahlah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s