memeluk puisimu

aku ingin,
tertidur pada barisan kata-kata puisimu.
setelah kau selesai bercinta dengan kata-kata.

aku ingin menjadi saksi kelahiran sebuah puisi dari jiwamu.
dan biarkan kutimang-timang dan kubelai-belai dengan lembut
satu demi satu kata-kata tercipta.

biarkan aku bermain dan menari pada koma,titik,dan huruf-hurufmu.
sampai aku tertidur dengan memeluk puisimu.

langitjiwa

Iklan

13 thoughts on “memeluk puisimu

  1. Memeluk puisi, pilihan kata yang bagus. Terasa penuh makna cinta di di larik ini

    ***************************lj*****************************

    terimakasih,pak.

  2. Salam
    memeluk puisi atau memeluk si pembuat puisi 😀
    Salam kenal Mas, rangkaian kata2 yang sangat indah

    **************lj*****************

    salam kenal kembali,mas.
    terimakasih sdh berkunjung keblog langitjiwa

  3. siapa yang telah mengutuki senja
    hingga puisi yang kita lahirkan bersama
    hanya menjadi kata

    siapa yang telah mengundang malam
    hingga sajak yang kita catatkan
    hanya menjadi tanda

    siapa yang telah memeluk pagi
    hingga syair yang kita rindu
    hanya menjadi batu

    ****************lj****************

    ini dia yg aku tunggu2 jawaban puisi darimu,sobat

  4. Good day,

    I have just discovered your blog and the truth is that I have liked it a lot. From this moment you already have a link in mine, and I wait for some visit of yours of time in when, with mine you can already recount.

    An embrace and until soon

    JORDI from Catalonia

    *****************lj********************

    jordi,

    i’m glad of ur visit to my blog langitjiwa,
    and i’ll visit your blog.
    adn i’ll also link ur blog.

    thank you from,
    langitjiwa ( indonesia )

  5. biarlah saya mencari gulingnya dulu untuk memeluk puisi itu, kawan..

    *************lj****************

    dan jangan lupa? selimutnya juga,hehe…

  6. Puisi siapakah gerangan yang telah membuat sang langit jiwa terlena dan terhanyut seperti ini?

    *******************lj********************

    dia qizink la aziva,pak.
    yg membuat aku haus utk mereguknya kembali kata-kata puisinya.

  7. wah, tiba2 kok jadi ingat puisinya pak taufik yang pernah dinyanyikan bimbo.

    Dengan puisi aku bernyanyi
    Sampai senja umurku nanti
    Dengan puisi aku bercinta
    Berbatas cakrawala
    Dengan puisi aku mengenang
    Keabadian Yang Akan Datang
    Dengan puisi aku menangis
    Jarum waktu bila kejam mengiris
    Dengan puisi aku mengutuk
    Nafas zaman yang busuk
    Dengan puisi aku berdoa
    Perkenankanlah kiranya

    salut banget bung langitjiwa yang demikian ekspresif mengungkapkan perasaan dan pikiran2 kreatif lewat larik2 puisi yang menyentuh dan eksotis! salam kreatif!

    **************lj******************

    terimakasih banyak pak sawali. saya kira bapak dari maluku koq ada tuhusetya’nya,hehehe..
    senang rasanya sdh berkunjung keblog langitjiwa. terimakasih,pak.

    salamku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s