coretanku…

bapak belum juga pulang,seharusnya bapak sudah pulang
dimana seperti biasanya ia beristirahat barang sejenak sehabis menarik becak
ibu masih mengantri untuk mendapatkan minyak tanah
sungguh sedih nasib negeriku ini
dimana harta berlimpah pada kekayaan alamnya,tapi entah itu kemana…
adik-adik’ku masih terlelap tidur,dimana sehabis mengerjakan pekerjaan rumahnya.
aku disini menunggui bapak dan ibu pulang
sesekali mengawasi adik-adik’ku
dulu tuan itu bilang tidak akan ada lagi anak negeri menjadi miskin pada bumi pertiwinya
pendidikan anak-anak negerinya akan diperhatikan. masih aku bersekolah pada gedung dimana sudah sebagian atapnya bocor,catnya terkelupas oleh terik sinar matahari
kadang kami bergantian untuk mengunakan kelas untuk belajar.
bapak dan ibu guru kami begitu sabar mereka mengajar dan membimbing kami. agar kelak kami menjadi anak-anak negeri yang mempunyai semangat tinggi untuk membawa bumi pertiwi ini pada puncak kejayaannya.
aku tahu itu membutuhkan perjuangan dan doa.
aku ingin menjadi yang berarti bagi bumi pertiwiku
siang ini terik matahari membakar atap rumahku
panas terasa kedalam ruanganku
semakin hari hutan-hutanku menjadi gundul,sudah tak hijau pada bumi pertiwiku
habis sudah dimakan oleh tuan-tuan kaya itu
lupa dia bahwa  bila alam semesta murka ,akan habis diterjang oleh berbagai bencana yang datang
lupakah tuan ? bila tak menjaga alam semesta akan dimurkai oleh Sang Pencipta, yah dia yang mempunyai Alam Semesta ini.
suara kicau burung sudah tak terdengar lagi pada kampung ini,dimana sudah menjadi hamparan gedung-gedung kantor. dulu pematang sawah itu tempat kami bermain.
bila pagi tiba aku sering berjalan-jalan hanya untuk melihat burung-burung prenjak menyanyikan lagu pagi
berjuta rasanya bila alam semesta tersenyum begitu indah dari sinar mentari pagi yang datang memberi salam cintanya pada tanah bumi pertiwiku ini.
sungai jernih ikan menari kesana kemari dengan suka cita
sekarang sungai bersedih dan menangis,airmatanya itu menjadi keruh dan hitam pekat oleh limbah-limbah tak bertuan
ikan-ikan sudah tak menari kembali dengan suka citanya
ia menari pada kematiannya
tuan’ku berdoalah pada doa-doa tobat
sebelum airmata langit menjadi banjir bah yang menyapu pada bumi pertiwiku
karena tanpa kau sadar sudah menikam berjuta jiwa-jiwa oleh kekuasaanmu
tuanku,
airmata kami sudah tak ada pada jiwa-jiwa kami
sudah habis,hanya airmata darah pada hati ini
tuanku,
jangan kau ucap beribu-ribu janji pada jiwa-jiwa kami
janji terucap tersaksikan oleh Sang Pencipta
karena Ia Maha Tahu apa yang ada didalam hati tuan
jangan..
jangan..
kau beri kami kata-kata manis itu
beri kami anak-anak negerimu ini
dengan ketulusan hatimu,
untuk membawa kami pada cahaya gemilang masa depan kami dan bumi pertiwi ini.
hasil alam pada bumi pertiwi jangan kau beri lagi pada tuanmu itu,
dimana kami tak ingin tuan menjadi kerbau pada tuan ditanah seberang itu !
langitjiwa
Iklan

6 thoughts on “coretanku…

  1. trs gmn nasib cucuku kelak ?
    *************************************
    nasib cucunya’kan dari perjuangan dan doa dari anak2 negeri itu. agar para cucu kelak menkmati hasil jerih payah para pendahulunya. semoga!

  2. bapak belum pulang juga. itu sederhana tapi dalam.

    *********************lj**********************
    terima kasih sekali,mbak her.
    sdh lama kita gak ngobrol2,mbak.

  3. Lupakan masalah, fokuskan pada yang di depan …
    Dan tetap semangat!!!
    Memikirkan negara, tidak akan pernah selesai …
    😀

    ****************lj********************

    hahahahaha..okay,bang

    MERDEKA !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s