beri jalan cinta itu

menjemput sunyi pada malam,
duduk berlutut mengempal kedua tangan tepat ditengah-tengah dadamu.
matamu terpejam,matahatimu menyibak pada cakrawala kata-kata doa
disatu titik kau berdiam diri pada hening jiwamu
empat mata kiblat menarik jiwamu untuk memasuki pintu yang terbuka,
menarik keras pada rasa kesadaranmu.
mencoba untuk tetap bertahan pada titik tengah dari empat kiblat
mencari terus..
mencari terus pada hening malam
menjemput cahaya Cinta pada doa-doa
beri..
beri…
jalan itu!
jalan cintaku untuk menuju CintaMU duhai kekasihku

langitjiwa

Iklan

20 thoughts on “beri jalan cinta itu

  1. kata-katanya diambil semua,
    jadinya saya kehabisan kata-kata untuk komentar.
    ***********************************************
    hehehe..,gak apa-apa mas.
    oh iya gmn perkembangan yg baru itu,mas?

  2. Seperti lagu pejam mata, nyaris tanpa kata, merah tertancap di kornea puisimu… terpesona. 🙂

    ********************lj************************

    lalu apa ingin kucabut yg sudah tertanam di itu?

  3. Indah mengalir menuju cinta-Nya…

    ********lj**********

    dan biarkan meresap pada jiwamu dan jiwaku,sobat.

  4. bro, bisa tulis ulang puisi ini…yg lebih padat, lebih intens huhuhuhuh gile gw minta request!

    mungkin sudah ribuan juta orang yg mengarakan ini, tapi bakal sy ulangi sekali lagi : “lu berbakat…find your voice” 🙂

    *********************lj*************************

    okay,wui nanti aku akan membuat yg lebih padat.hehehe….( ditunggu aja)
    nanti requestnya aku antar keblogmu.

  5. tentu saja ini di suasana remang cahaya 🙂

    **************lj*******************

    dan jgn remang pada hati aja ya,mbak hehehehe..( canda )

  6. ckckckc…
    puitis banget…

    “titik tengah dari empat kiblat”..
    apa ini yah??
    🙂

    ************lj***************

    ” titik tengah dari empat kiblat” ini adalah hanya bahasa ungkapan aku saja,dimana bila diri ini sdg melaksanakan ibadah shalat atau dzikir kdg masih berjalan2 kemana saja ini pikiran,jadi tak fokus pada satu tujuan intinya itu tadi. intinya empat kiblat itu aku umpamakan sebuah gangguan2,dimana yang mebuat diri ini tak konsen pada ibadah itu. kdg lagi nikmat kita berdzikir terlintas sebuah pikiran misalnya: oh..iya siupik belum dibelikan susu hari ini. dan banyak lagi godaan2 itu untuk menganggu konsentrasi kita itu.maka aku ingin berusaha berada dititik tengah itu. dimana dari empat penjuru itu adalah godaan2nya( empat kiblat )

  7. ^_^ walau kadang harus mengernyitkan kening, tapi membaca puisimu memberi nuansa yang berbeda. Thanks
    ***********lj**************

    hehehehe…
    terimakasih,kang

  8. Ckk ck ckk … dalem tenan mas.
    pasti banyak jalan menuju cinta-Nya

    ***************lj*****************

    betul sekali itu,mas kumbang
    salam kenal dariku langitjiwa

  9. jalan cinta pada-NYA, selalu akan terbuka dan menunggu siapa saja……………………………………..,
    karena IA SANG MAHA PECINTA

    ***************lj*******************

    Ya Rahman Ya Rahim

    selamat datang kembali diblog langitjiwa,mas

  10. puisi CINTA mu betul-betul menggugah jiwa kawan…

    izinkan aku meng-kopinya, buat bahan bacaan dan pengingat diri ini. aku tunggu jawabanmu kawan.

    ******************lj*********************

    dengan senang hati silakan mas alex.

  11. telah lama cinta itu menunggumu
    namun kita hanya terpaku di depan jendela
    sambil menghitung berapa lama kaki ini berpijak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s