pingsan diriku

duduk kau seorang diri,tepat ditepi sungai mengalir airnya dengan riak tak begitu keras.
sedang apa kau disana? menunggu seseorangkah? atau kau hanya untuk menyendiri pada keheningan. dimana kisah dunia membuat kau merasa hendak muntah.
atau kau ingin mengembara dan berdiam pada rimba hutan lalu kau bertapa pada samudera ilmu kehidupan.lalu kau turun dimana sudah bertahun-tahun lamanya kau mengasah jiwa dan rasa pada kedalaman hatimu.
bercompang camping jubah yang kau pakai,berjenggot lebat.
apa aku sudah seperti itu kau tetap akan mengenaliku..?
dimana aku menyudahi laku bathinku,untuk menuju kesejatian pada hakekat hidup.
aku tercipta tanpa nama.
nama tercipta dan dicantumkan pada diriku. bisa aku menjadi si’anu bin anu. atau memakai nama si’anu bin anu yang lainnya,dan masih tetap aku memakai nama terlahir dari kedua orangtuaku.
bubur merah dan putih tanda aku diberi nama pada diriku itu.
lalu…..
siapakah aku ? bila aku tak diberi nama oleh kedua orangtuaku..?
apa kau akan memanggilku dengan hai..anu bin anu, janggal bukan bila kau memanggilku dengan sebutan itu. lalu apa arti sebuah nama ? Dan nabipun harus mewajibkan memberi nama-nama yang terindah bagi buah hatimu.
atau aku si aku dimana menjadi si’ingsun..?
ingsun menjadi sejatinya diri. atau aku kembali pada rahim ibuku.untuk berdiam dan mencari nama-nama,agar terlahir aku sudah tercantum jelas namaku.
agar tak merepotkan kedua orangtuaku dimana jauh-jauh hari menyiapkan nama-nama,mana yang cocok denganku bila aku terlahir.
malam semakin larut,dinginnya udara menusuk tulang-tulang persendianku
melangkah aku menuju rumah ayah ibuku
aku andra,kamu puan,lalu kamu budi……
itulah arti sebuah nama untuk membedakan si’empunya agar tak salah memanggil seseorang
dan bila aku,kau,dan kalian tak bernama. dan tiba-tiba aku memanggilmu dengan ” hai..! anu…!”
seluruh wajah-wajah ditanah bumi ini,akan menengok’ku.
lalu,berkata mereka dengan serempak.” ya..ada apa.!”
pingsan diriku……………

langitjiwa……..

5 thoughts on “pingsan diriku

  1. jujur aku belum mengerti secara jelas tentang makna dibalik kata2 yg teruntai menjadi kalimat indah. tapi aku mungkin dapat melirik sedikit makna yg terkandung dalam rajutan kata tersebut. dan siapakah aku tanpa dia, dirimu, dan mereka. karena kita tercipta dalam suatu kebersamaan. apalagi tanpa sebuah nama ???

    *halah … dh mulai meracau nih aku, dh ngantuk kali yaaa ???? pamit dulu mas*

    siapakah aku?
    aku adalah rasa kesadaran. dan lalu ternama tercipta dari ayah bundaku.
    bila tak bernama pada diri,maka aku adalah aku.
    hehehe…ya sdh tidur dulu,nanti esok kita lanjut kembali

  2. karya2nya tambah oke aja mas…
    btw themes ini cocok banget ma tulisan2nya…

    iya,aku mau sedikit ada bebenah pada warna blogku ini,kang.

  3. huhuuhaaaaaaahhhhhaaaaaa…
    ya jelas pingsan atuh kalo begini mah..
    sama aja kalo kita lagi di hutan, terus ada pohon yang “nyolek” kita…
    gubraxxssss 😛

    hahahahahaha….

  4. WALAH-WALAH MERINDING AKU MAS ITU-TU…..
    INGET WAKTU SAYA MASIH SEKOLAH DULU MAS ,IKUTAN CAMPING
    PAS DI TENGAH-TENGAH PERJALANAN DI HUTAN SAYAAGI PIPIS DI TINGGALIN AMA TEMEN-TEMEN …E….ADA RANTING YANG JATUH SAYA TAKUTNYA 1/2 MATEK…..HADUH JANGAN LAGI AH DI TENGAH HUTAN SENDIRIAN ATUT-ATUT……ATUT

    hahahahahahahaha………….bisa aja kamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s